Oct
23

Pertama aku musti jelaskan dulu kenapa aku posting artikel ini.

Usia pernikahanku memang masih baru, ya istilahnya masih bayi gitu…..

Aku tergelitik posting artikel ini karena jaman sekarang banyak banget kawin cerai. Alasan cerai pun konyol banget, “udah ga cinta”. Nah lho, bisakah cinta itu memudar setelah si istri badannya tambah endhut karena habis melahirkan atau si suami perutnya tambah endhut juga atau mungkin si suami tergoda kemolekan tubuh wanita lain…….

Bagaimana dulu koq bisa memutuskan menikah? Bagaimana dulu koq bisa bilang cinta tapi sekarang udah ga cinta??

Perceraian ga cuma nyakitin diri sendiri tapi orang – orang disekitar kita. Terutama untuk anak – anak. Kasihan mereka, masih kecil & masih butuh kasih sayang kedua orang tuannya, mereka pasti rindu makan bersama kedua orang tuanya, mereka pasti akan iri pada teman sebayanya yang didampingi kedua orang tuanya saat ambil raport mereka…….

Nich 9 kiat hindari perceraian yang aku dapat via email :

1. Komunikasi Dua Arah
Biasakan Anda dan pasangan berkomunikasi, baik ketika berada di rumah maupun ketika sedang berjauhan. Jika ada masalah, sebaiknya dibicarakan ketika Anda atau pasangan sedang santai. Ketidakharmonisan rumah tangga biasanya berawal dari tidak adanya komunikasi dua arah antara suami dan istri. Masing – masing saling menyimpan masalah sehingga mereka seolah berjalan sendiri-sendiri meski berada dalam satu atap.

Pernah lihat iklan teh di tv? Nah kalau kagi punya masalah komunikasi dua arah khan penting biar bisa mikir cari jalan keluarnya sambil minum teh selain itu biar rileks juga gitu….

2. Keterbukaan Masalah Seks
Masalah seks ternyata juga menjadi penyebab perceraian. Mungkin orang sering lupa bahwa fungsi hubungan seksual selain prokreasi yakni untuk mendapatkan keturunan, juga untuk rekreasi atau kesenangan, dan ekspresi cinta. Padahal banyak pasangan mengakui, melakukan hubungan seksual dapat menghilangkan ketegangan setelah seharian bekerja. Bahkan, agar tidak terjadi kebosanan, tak ada salahnya melakukan hubungan seks selain di tempat tidur. Anda bisa melakukannya di dapur, ruang tamu, bahkan di garasi. Namun perlu diingat, apa yang Anda inginkan dalam berhubungan seks harus dikomunikasikan dengan pasangan Anda. Demikian pula sebaliknya.

mmm menurutku sich, nikah khan ga cuma seks aja yang diurusin. So,kalau alasannya masalah ranjang untuk cerai ya koq….(malu dong)… khan masih bisa di cari jalan keluarnya & komunikasi lagi – lagi penting banget….

3. Menerima Apa Adanya
Ketika seorang pria dan wanita sudah sekamar dan sedapur, masing-masing akan tampak sifat aslinya. Rayuan gombal tidak muncul lagi seperti saat pacaran. Yang ada hanyalah dua orang yang harus saling menyesuaikan diri. Di sinilah kehidupan perkawinan yang sesungguhnya. Anda dan pasangan belajar mengenali perbedaan masing-masing. Beberapa hal yang umumnya menjadi batu sandungan dalam hubungan suami istri, adalah perbedaan persepsi, wawasan, dan nilai. Termasuk di dalamnya perbedaan agama, latar belakang budaya, dan kepribadian. Namun, perbedaan itu sebenarnya bisa diatasi kalau saja mau saling berusaha memahami dan berintrospeksi diri. Kebanyakan pasutri yang berhasil menciptakan keharmonisan hingga masa tua adalah mereka yang berhasil membangun kebersamaan. Kebersamaan baru tercipta bila pasangan berhasil menumbuhkan semangat berkorban, tidak egoistis, dan memiliki rasa saling pengertian.

Ya kata orang jawa “nrimo” inilah saatnya kita menerima kekurangan pasangan.. tapi ya ga cuma nrimo aja,coba cari cara supaya kekurangan pasangan kita ini ga jadi bumerang yang suatu saat bakal jadi bahan berantem lagi….misal nich : ternyata tidurnya ngorok…. jadi berantem… khan bisa diselesaikan dengan komunikasi (lagi…). Biar mesra,berdua cari donk caranya supaya tidurnya ga ngorok.

4. Jangan Biasakan Berbohong
Pernahkan pasangan Anda bertanya secara detail jika Anda masih sibuk meeting hingga malam dengan klien bisnisnya yang ternyata cantik atau ganteng, pintar dan berpenampilan menarik? Nah, biasanya, agar pasangan Anda tidak terlalu banyak bertanya dan Anda enggan jika nantinya akan muncul pertengkaran, Anda malah berbohong. Anda justru mengatakan hal yang berbeda dengan alasan untuk kebaikan. Perlu Anda ketahui bahwa hal ini termasuk dalam kebohongan yang bisa jadi akan berlanjut hingga Anda dan pasangan akan hidup berumah tangga dalam kebohongan. Agar semua itu tidak terjadi, utarakan dengan sikap tenang bahwa apa yang Anda lakukan adalah hanya urusan pekerjaan.

Kenapa sich musti bohong? Musti dicari akal masalahnya sehingga pasangan musti bohong. Sekali kita bohong pasti selanjutnya pun harus berbohong lagi….lagi….dan lagi…. Trus sampe kapan??? Karena suatu saat kebohongan itu pasti akan terbongkar & pasangan kita akan tau….yang terjadi pertengkaran khan???

5. Jangan Cemburu Berlebihan
Banyak yang mengatakan bahwa cemburu adalah bumbu dalam hubungan rumah tangga. Oke, itu sah-sah saja! Tapi bukan berarti Anda atau pasangan bisa cemburu buta. Bukan barang baru bahwa banyak perselisihan terjadi gara – gara rasa cemburu, yang lebih sering berakar dari salah tafsir dan kurangnya keterbukaan. Misalnya saja, pada suatu ketika karena tuntutan pekerjaan, suami harus mengajak sekretarisnya keluar kota. Sang istri yang hanya mendengar cerita setengah – setengah dari orang lain, bisa dengan gampang menuduh suaminya berselingkuh. Padahal kalau saja istri mau bertanya dan suami mau terbuka, atau sebelumnya memperkenalkan sekretarisnya pada sang istri, masalahnya bisa jadi lain.

Cemburu??? Tiap dengar kata ini sebagai manusia normal,aku katakan aku pernah alami ini tapi kemudian aku coba untuk positif thinking. Dunia suamiku dulu bertemu dengan banyak cewek yang notabene mereka para model sebuah susu pelangsing terkenal di Indonesia….. Waktu itu aku masih pacaran,dia sering banget cerita gimana indahnya tubuh para wanita itu dan aku sempat cemburu buta….semakin hari aku semakin kebal dengan cerita – ceritanya karena aku positif thinking & aku percaya dia ga akan selingkung. Begitu sudah menikah, aku pernah menemukan beberapa foto mantan ceweknya,di hape nya masih tersimpan banyak nomer telp teman – teman ceweknya….. mmmm aku hanya percaya sama suamiku….

6. Hindari Selingkuh
Perselingkuhan umumnya terjadi karena masing-masing tidak mau saling terbuka atau mendengarkan apa yang dikeluhkan pasangannya. Contohnya, sang suami merasa jengkel karena setiap kali pulang, istrinya tidak di rumah. Tapi keluhan itu tidak disampaikan, atau sudah diutarakan namun tidak didengarkan, atau istri tidak mau mengubah kebiasaannya. Perselingkuhan juga bisa terjadi karena pasangan kesepian, jarang merasakan kepuasan seksual atau godaan dari luar seperti tempat hiburan bernuansa erotis, wanita perayu dan lain-lain. Untuk menyelesaikan percekcokan ataupun perselingkuhan, yang harus dilakukan pertama adalah mencari akar permasalahnnya, kemudian diusahakan untuk dihindari atau disingkirkan.

Manusia selalu merasa kurang puas akan apa yang dimilikinya….

7. Cari Orang Ketiga Sebagai Penengah
Jika ternyata timbul permasalahan dan percekcokan antara Anda dan pasangan, carilah orang ketiga sebagai penengah. Orang tersebut bisa pemuka agama seperti Kyai atau pendeta, serta tokoh masyarakat yang memiliki wawasan yang luas dan bijak dan psikolog. Cari ini lebih baik ketimbang Anda berkeluh kesah dengan tetangga, saudara atau teman kantor Anda.

Kadang kita enggan juga cerita masalah rumah tangga kita ke orang lain…

8. Tetaplah Mesra
Agar hubungan Anda dan pasangan tetap mesra, buanglah pula jauh-jauh persepsi bahwa kemesraan hanya pantas dilakukan selagi masih berpacaran. Pada dasarnya, kemesraan itu hak setiap insan, tanpa pandang usia maupun status.

Bulan madu kedua kayaknya perlu juga dilakukan….ya yang murah meriah bisa segarkan pikiran & evaluasi kembali hubungan sebagai suami istri selama ini….

9. Pasrahkan Kepada Yang Di Atas

Terkadang, emosi muncul secara berlebihan ketika permasalahan Anda dan pasangan menguak ke permukaan. Berdoa dan pasrahkan diri Kepada Yang Maha Pencipta merupakan cara jitu agar emosi bisa diredamkan dan permasalahan bisa segera diselesaikan secara baik-baik.   (weddingku)

Tuhan ga akan pernah tidur, justru masalah itu timbul adalah sebuah teguran buat kita yang sempat lupa padaNya….

Aku memang ga pandai memberi coretan – coretan cuma aku pengen banget berusaha menyikapi setiap masalah yang ada. Bukannya lari….

Ya Tuhan, jauhkan rumah tanggaku dari masalah – masalah besar yang aku tak sanggup menanggungnya….Bantulah para pasutri di luar sana yang sedang mengalami masalah dalam rumah tangganya & jauhkanlah mereka dari momok perkawinan ini.

Semoga postingku ini bermanfaat ya….

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
3 Responses
  1. ainulfahmi says:

    halo salam kenal!!!
    mampir ke blog ku ya!!

  2. risdania says:

    wah ilmu penting ney,,biarpun saya belum menikah,,tetep penting belajar ini yah mbak,,
    ceritain dong gimana awal2 nikah?masih indah2nya yah?

  3. retie says:

    @ Ainulfahmi
    Thx ya dah mampir

    @ Risdania :
    Wah kalo kamu udah denger ceritanya, ntar ga seru donk??
    Indahnya waktu pindah rumah aja dech, beres-beres rumah berdua :) yang lainnya ntar aja dech kamu rasain sendiri :)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv Enabled