Pagi ini aku lagi bingung banget?? Mau masak apa ya hari ini dan pengen makan apa ya hari ini?
Pernah ga ada yang ngalami kebingungan seperti aku saat ini???
Sejak menikah semangat untuk memasakku menurun. Suamiku tercinta,mas Bayu tidak begitu hobi dengan makanan yang aneh – aneh. Ada tempe / tahu + sambel trasi aja dah oke banget, ada ikan asin + sambel terong juga udah oke banget, ada mie rebus + telor mmmm doyan banget. Sayur yang dia suka cuma kacang panjang, labu siam, buncis & kangkung. mmmm kadang aku bingung sendiri bahkan sampai timbul rasa bosen hanya memasak yang itu – itu saja. Buat mas Bayu, dia ga akan bosen walau hanya makan ikan asin + sambel.
Sebelum menikah, aku hobi banget masak. Ini ditunjang karena keluargaku doyan makan. Di lemari es adanya cuma wortel, buncis & telur?? Ya dibikin orak – arik. Dulu sehari aku bisa 3 kali masak dengan menu yang berbeda. Kalau pengen mie ayam ya aku bikin sendiri. Sama sekali aku ga pernah ngalami bingung seperti saat ini.
Oke kembali ke kebingunganku hari ini…..
Saking bingungnya, menu sarapanku hari ini hanya nasi putih dan bawang goreng.
Setiap suapan aku kunyah sampai lembut sambil berpikir sebenarnya aku makan ini untuk apa ya??? (mikir.com)
Aku jadi inget dengan nasehat bapak titut, bapak selalu bilang
“kamu tuch kalo mau kurus bukan gitu caranya, sehari makan cuma sekali. Ntar kalo lagi pengen makan terus makannya banyak. Justru itu yang membuat kamu jadi ga sehat. Maag kambuh, tensi drop, jadi gampang lapar nah yang ada kamu ngemil.”
mmm bener juga ya kata bapak…. Dengan pola makan yang ga karuan jadinya aku ga sehat. Maagku kambuh. AKu mulai belajar makan dengan teratur.
Suatu kali bapak juga pernah bilang :
“Kalo mau kurus itu bukan dengan cara menyiksa diri dengan makan ga teratur. Pola makan untuk orang yang diet itu ya tetep makan sehari 3x dengan porsi yang kurang dari biasanya. Satu lagi yang sangat mendukung yaitu pola pikiranmu”
Ha??? Pola pikiran??? Apa ya hubungannya???
“Kalo tiap makan kamu takut gemuk ya yang ada kamu makin gemuk. Kalo makan itu buat tujuan dengan kamu makan, kamu akan sehat & ngurangin ngemil. Pikiran “mengko gek aku tambah lemu piye? (nanti kalo aku tambah gemuk gimana?)” itu HARUS dihilangkan. Dengan kamu mikir yang seperti itu, yang ada kamu tambah gemuk, inget donk The Secret.”
mmmm ya juga sich selama ini aku berpikir seperti itu gimana kalo aku makan ini, aku tambah ndhut?? Sejak itu aku mulai merubah pola pikirku.
“Kamu itu sebentar lagi menikah,hamil & punya anak. Pasti butuh nutrisi yang banyak. Apalagi kamu udah ada bakat tekanan darah rendah & HB mu yang rendah. Gimana mau hamil kalo kondisimu aja kayak gitu. Bapak udah berkali – kali cerita gimana kondisi ibumu saat hamil kamu dulu. Nah sekarang yang ada kondisi ibumu saat hamil dulu nurun ke kamu. Bapak bukan mau jelekin ibumu tapi bapak ingetin kamu jangan sampai kondisi kesehatanmu yang jelek ini nurun ke anak – anakmu. Bandingkan dengan kondisi kesehatan kedua adikmu! Radix lebih sehat dari meskipun dia lahir tidak saat usia kehamilan ibumu 9 bulan, Ratri yang lahir dengan air ketuban sudah pecah duluan & dia punya alergi berat aja jarang ngeluh sakit. Coba kamu pikirkan dengan baik-baik. Itu bukan demi bapak koq, itu demi kamu & anakmu kelak.”
Kata – kata bapak inilah yang saat ini menjadi pertimbanganku setiap kali aku makan ga teratur. Bener juga kata bapak, mas Bayu juga bilang “gimana mau hamil 9 bulan kalo kondisimu aja sering pusing, gemeter dsb”
Begitu selesai makan, aku coba cari – cari apa sich tujuan kita makan. Dengan bantuan si mas Google aku menemukan filosofi makan. Ada 4 filosofi makan, yuk kita baca bersama – sama trus kita termasuk yang mana ya???
serius.com
Filosofi yang pertama, ‘Makan adalah kesenangan’
Anda yang merasa dalam kesehariannya makan hanya untuk menyenangkan diri, inilah tipe pertama. Apakah
buruk? Jawabannya relatif. Coba Anda pikir kembali. Makan untuk memperoleh kesenangan, apakah ada batasan? Bisa-bisa Anda over weight karena saking senangnya Anda makan. Beruntunglah Anda apabila tahu cara pengendaliannya. Namun tetap saja, makan demi kesenangan itu bukan filosofi yang akan membuat kehidupan Anda lebih baik. 80% dari pelaku filosofi ini adalah orang-orang yang bermasalah dengan kesehatannya. Orang-orang yang menderita bulimia, obesitas, atau kecanduan makanan. Anda merasa makan demi meraih kesenangan? Segera ubah filosofi Anda.
Filosofi yang kedua, ‘Makan adalah kebiasaan’
Ada kalanya Anda lupa, apakah Anda sudah makan atau belum. Wah, sepertinya Anda tidak terlalu merasa bahwa makan itu adalah hal yang penting. Pada umumnya Anda yang gila kerja atau keasyikan melakukan suatu kegiatan adalah pemilik filosofi ini. Akhirnya Anda cenderung tidak memiliki selera makan yang bagus. Bagi Anda makan adalah sekedar kebiasaan. Akibatnya Anda tidak lagi memikirkan apakah makanan itu bergizi atau tidak. Bagi Anda asal bisa makan, selesailah tugas Anda. Filosofi tipe kedua ini juga bukan filosofi yang bagus untuk Anda. Kesehatan Anda 75% ditentukan oleh asupan yang Anda konsumsi. Si pemilik filosofi ini cenderung menderita banyak penyakit. Mari mulai mengubah filosofi ini. Jangan makan hanya karena kebiasaan.
Filosofi yang ketiga, ‘Makan adalah gaya hidup’
Zaman memang semakin maju. Banyak resto-resto atau café – café menawarkan berbagai kelebihannya dalam hal makanan. Berbagai menu dipajang. Didukung sistem penjualan yang berlomba – lomba. Entah situasi yang romantis, band pendukung, penyanyi terkenal, atau voucher gratis. Anda jadi dibuat berpikir. Memilih makanan juga harus tentukan suasananya. Cocok tidak apabila Anda menggandeng pasangan Anda masuk ke sana? Makan di mana, dengan menu apa, menentukan siapa Anda. Lalu apa peduli Anda? Tentukan pilihan Anda mulai dari sekarang. Anda ingin sehat dan mempunyai kehidupan yang lebih baik, atau hanya sekedar supaya kelihatan bergaya? Para pemilik filosofi ketiga ini juga harus menyusun kembali filosofinya. Makan tak hanya agar kelihatan gaya. Makan harus demi kesehatan Anda.
Filosofi yang keempat, ‘Makan adalah Kebutuhan’
Save the best for the last. Ya betul. Filosofi ini memang yang terbaik. Baik bagi kesehatan. Baik bagi Anda yang ingin diet dan mendapatkan berat badan yang ideal. Baik bagi semua aspek. Makan memang harus sesuai kebutuhan. Tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit. Pertimbangkan asupan gizinya, sehingga bagus untuk organ-organ Anda. Makan memang harus sesuai kebutuhan. Itulah yang menjadikan kehidupan Anda lebih baik. Terapkan filosofi ini dalam pikiran dan hidup Anda. Bandingkan dengan yang sebelumnya. Pastikan bahwa hidup Anda berubah ke arah yang lebih baik.
Mmmmm sekarang sich aku termasuk kategori mana ya??? (mikir.com)
Kalau mas Bayu termasuk kategori Makan adalah kebiasaan kali ya??
Kalau bapak titut pasti temasuk kategori Makan adalah kebutuhan. Yes bener banget, sejak kecil kami bertiga diharuskan makan pagi sebelum sekolah. Jadi ga ada alasan berangkat ke sekolah dengan perut kosong dan itu berlangsung terus sampai aku kerja. Yang bandel sich ya Radix & Ratri.
kadang aku suka ngadu ke bapak kalau Ratri kuliah pagi dengan perut kosong
(maap ya dhek titut).












daftar menunya mana….?
hehehe…
kalo saya makan karena kebutuhan…, meskipun demikian terkadang juga suka pilih-pilih jenis makanan karena alasan kesenangan…
[senyum]
Aku sih makan karena kebiasaan kali ya, Ret… Sampai sekarang sulit banget untuk bilang, aku makan karena butuh… (padahal nih, kalau nggak makan seharian, yang ada aku kayak mayat hidup, tepar di atas kasur, dengan mata yang cekung…. huhuhu)
Makasih ya, Ret.. infonya menarik buanget!
Btw,
mau dong dimasakin Retie..
Waktu itu kan udah janji mau masakin aku yaa… eh udah keburu pergi…
sekarang waktunya makan siang….
Wwah, beruntungnya punya suami yang tidak neko2
Meski aku dah terkapar gara2 maag ga penting itu, aku masih masuk kategori makan karena kebiasaan
kecuali dah melilit dah ngeliat ibu melotot, pasti makan, hehehehehe
nb : sejak kpn kamu takut gemuk???? udah, hidup disyukuri, mbul. Tuhan kasih kamu kondisi kayak gini, pasti ada alasannya, kan. gak asal bikin toh
aduhh… setelah membaca artikel makan dan tujuan makan… kayaknya aku termasuk kategori makan untuk kesenangan hehehe… makanya ga bisa kurus nih
jangan bingung sis… ajak aja aku makan pasti nanti bervariatif kembali deh menu makanmu hihihi…
aq..kebalikan dari mba…baru belajar masak sesudah nikah, jadinya semangat masak opor, gule, ayam goreng,lele dll tapi sekarang males banget…soalnya suami temasuk pemilih makanan dan seleranya resto…jadi susah khan bersaing nya…
kalo aku termasuk makan karena kebutuhan…kalo makanan itu bagus buat tubuh, meskipun gak enak…tinggal otaknya aj di setting enak hehe…
bapaknya mba bener lho… aku waktu mau menikah sudah siap2 menggemukkan badan,sehari makan gila2an…buat persiapan kalo hamil…
waaah sampe bingung mo masak apa ya mbak..

iya sih gimanapun juga kalo sudah menikah harus nyesuain dengan selera makannya suami
tapi suaminya bagus juga ngga ribet-ribet amat menu makanannya, hehe..
kalo saya filosofinya apa ya.. ‘makan adalah kebutuhan’ kali yaa.. soalnya kadang kalo sudah asik ngerjain sesuatu sampe lupa makan, kalo perut dah protes baru inget,, oh iya belum makan, hihihi..
salam
Makan siapa ya hari ini…
makan adalah kebutuhan….
makan adalah kesenangan, apalagi kalo dibayarin, berubah jadi kesenengan.
makan adalah kebiasaan, kebanyakan= terlalu banyak. kebiasaan= terlalu biasa, ga ada yg aneh
makan adalah gaya hidup, koq plin plan sih? ngga ya ngga, iya ya iya. jangan ga ya…
makan adalah kebutuhan, kualat nih, masa nyuruh Tuhan kebut.
makan adalah kekenyangan, hasil dari makan memang menuju ke kenyang
makan adalah kemakanan, masa ke perempatan, ya pasti ke makanan dong.
saya makan karena memang butuh makan…
Bunda setuju…Makan adalah kebutuhan
Jadi…tiap kali mau makan,harus mikir dulu..ini aku Butuh atau Ingin.
Soalnya kalau cuma ingin…kesenangan….trus nggak ada ukuran,seberapa sebenarnya tubuh kita butuh …
Dan juga…bisa NDUT…nanti…ini itu dimakan,nuruti senang..he..he..
Wah enak donk mbak, gak perlu bingung mikir masak yg susah2… Sama tuh ama suamiku, hehe
Tulisan yang menari sekali mbak Retie, Menurut saya pribadi makan adalah kebutuhan, karena tubuh memerlukan semua nutrisi yang seimbang untuk bisa berfungsi dengan baik. Yang penting dijaga keseimbangannya, karena terlalu berlebihan juga tidak baik dan terlalu kekurangan juga tidak sehat. Sesekali saya memanjakan diri untuk memakan apa saja yang saya suka tetapi sesekali saya juga membatasinya. Saya pribadi tidak mau menjadi seperti pesakitan karena ingin langsing atau menjadi obesitas karena terlalu mengumbar nafsu makan. Terimakasih
Akhir-akhir ini saya malah merasa kurang gizi (haha … memalukan banget nih!). Soalnya makan cuma sedikit, nggak begitu memenuhi 4 sehat 5 sempurna 6 gendut (hihihi …) padahal di meja makan sudah tersedia semua, wong mbak’e di rumah pinter masak. Nggak tahu, malas makan aja bawaannya. Apalagi kalau lagi sibuk.
Tapi saya sadar, kebiasaan makan asal-asalan ini harus cepat-cepat diperbaiki. Udah mulai uzur gini, kalo kurang gizi kan bisa cepet jadi nenek-nenek ….
Terimakasih artikelnya, Retie.
aku sih pengennya makan =gaya hidup
tapi apa daya dompet tak memadai
tapi bener aku cuman mau makan yang enak aja,
soalnya kalau prinsip orang dulu, ibu harus habisin makanan anak2nya
kalo ngga mubazir.
awal-awal sih gitu …trus jadi ndut deh
skr…aku cuma makan yang aku pengen dan keliatan enak..
ngga enak? ngga dilanjutin.
susah ya….
EM
mbak, kalo mau langsing, abis makan setelah 1-2 jam, langsung latihan kardio aja, lari2 gitu kira2 15-30 menit, ato kalo mau langsing ikuti senam yoga.