Archive for » 2008 «

Oct
31

Tinggal sesaat lagi memasuki bulan November. Dimana dalam 12 bulan, bulan inilah yang membuat aku kadang rada takut,trauma & campur aduk dech.

November 9 tahun yang lalu, ibuku tercinta meninggalkan aku.

November 5 tahun lalu, untuk pertama kalinya aku sakit Thypus sampai – sampai membuat bapakku hampir dianggap ga becus ngurus aku oleh kakak kandung alm ibuku.

November tahun lalu, sahabat kecilku tiba – tiba menghilang lagi.

Tapi…
more…

Category: Diaryku  Tags:  4 Comments
Oct
28

Oktober tahun lalu, tepatnya tanggal 24 Oktober 2007 tanpa sengaja aku ketemu lagi dengan sahabat masa kecilku. Dia sempat menghilang selama 11 tahun. Sebut saja namanya wahyu. Wahyu hidup bertiga dengan ibunya & neneknya. Bapaknya entah kemana.

Pertemuanku dengan Wahyu karena sebuah kabar yang kurang menyenangkan. Kabar itu aku terima dari tantenya Wahyu yang kebetulan nebeng di mobilku dan kebetulan juga tantenya Wahyu tetanggaku.

Awalnya aku ragu untuk menelponnya tapi mengingat dia sahabatku, dan ibunya aku pernah mengenalnya selain itu aku sangat mengerti bagaimana sayangnya Wahyu terhadap ibunya.

Aku coba menelponnya dan…….
more…

Oct
23

Pertama aku musti jelaskan dulu kenapa aku posting artikel ini.

Usia pernikahanku memang masih baru, ya istilahnya masih bayi gitu…..

Aku tergelitik posting artikel ini karena jaman sekarang banyak banget kawin cerai. Alasan cerai pun konyol banget, “udah ga cinta”. Nah lho, bisakah cinta itu memudar setelah si istri badannya tambah endhut karena habis melahirkan atau si suami perutnya tambah endhut juga atau mungkin si suami tergoda kemolekan tubuh wanita lain…….

Bagaimana dulu koq bisa memutuskan menikah? Bagaimana dulu koq bisa bilang cinta tapi sekarang udah ga cinta??

Perceraian ga cuma nyakitin diri sendiri tapi orang – orang disekitar kita. Terutama untuk anak – anak. Kasihan mereka, masih kecil & masih butuh kasih sayang kedua orang tuannya, mereka pasti rindu makan bersama kedua orang tuanya, mereka pasti akan iri pada teman sebayanya yang didampingi kedua orang tuanya saat ambil raport mereka…….

Nich 9 kiat hindari perceraian yang aku dapat via email :

1. Komunikasi Dua Arah
Biasakan Anda dan pasangan berkomunikasi, baik ketika berada di rumah maupun ketika sedang berjauhan. Jika ada masalah, sebaiknya dibicarakan ketika Anda atau pasangan sedang santai. Ketidakharmonisan rumah tangga biasanya berawal dari tidak adanya komunikasi dua arah antara suami dan istri. Masing – masing saling menyimpan masalah sehingga mereka seolah berjalan sendiri-sendiri meski berada dalam satu atap.

Pernah lihat iklan teh di tv? Nah kalau kagi punya masalah komunikasi dua arah khan penting biar bisa mikir cari jalan keluarnya sambil minum teh selain itu biar rileks juga gitu….

2. Keterbukaan Masalah Seks
Masalah seks ternyata juga menjadi penyebab perceraian. Mungkin orang sering lupa bahwa fungsi hubungan seksual selain prokreasi yakni untuk mendapatkan keturunan, juga untuk rekreasi atau kesenangan, dan ekspresi cinta. Padahal banyak pasangan mengakui, melakukan hubungan seksual dapat menghilangkan ketegangan setelah seharian bekerja. Bahkan, agar tidak terjadi kebosanan, tak ada salahnya melakukan hubungan seks selain di tempat tidur. Anda bisa melakukannya di dapur, ruang tamu, bahkan di garasi. Namun perlu diingat, apa yang Anda inginkan dalam berhubungan seks harus dikomunikasikan dengan pasangan Anda. Demikian pula sebaliknya.

mmm menurutku sich, nikah khan ga cuma seks aja yang diurusin. So,kalau alasannya masalah ranjang untuk cerai ya koq….(malu dong)… khan masih bisa di cari jalan keluarnya & komunikasi lagi – lagi penting banget….

3. Menerima Apa Adanya
Ketika seorang pria dan wanita sudah sekamar dan sedapur, masing-masing akan tampak sifat aslinya. Rayuan gombal tidak muncul lagi seperti saat pacaran. Yang ada hanyalah dua orang yang harus saling menyesuaikan diri. Di sinilah kehidupan perkawinan yang sesungguhnya. Anda dan pasangan belajar mengenali perbedaan masing-masing. Beberapa hal yang umumnya menjadi batu sandungan dalam hubungan suami istri, adalah perbedaan persepsi, wawasan, dan nilai. Termasuk di dalamnya perbedaan agama, latar belakang budaya, dan kepribadian. Namun, perbedaan itu sebenarnya bisa diatasi kalau saja mau saling berusaha memahami dan berintrospeksi diri. Kebanyakan pasutri yang berhasil menciptakan keharmonisan hingga masa tua adalah mereka yang berhasil membangun kebersamaan. Kebersamaan baru tercipta bila pasangan berhasil menumbuhkan semangat berkorban, tidak egoistis, dan memiliki rasa saling pengertian.

Ya kata orang jawa “nrimo” inilah saatnya kita menerima kekurangan pasangan.. tapi ya ga cuma nrimo aja,coba cari cara supaya kekurangan pasangan kita ini ga jadi bumerang yang suatu saat bakal jadi bahan berantem lagi….misal nich : ternyata tidurnya ngorok…. jadi berantem… khan bisa diselesaikan dengan komunikasi (lagi…). Biar mesra,berdua cari donk caranya supaya tidurnya ga ngorok.

4. Jangan Biasakan Berbohong
Pernahkan pasangan Anda bertanya secara detail jika Anda masih sibuk meeting hingga malam dengan klien bisnisnya yang ternyata cantik atau ganteng, pintar dan berpenampilan menarik? Nah, biasanya, agar pasangan Anda tidak terlalu banyak bertanya dan Anda enggan jika nantinya akan muncul pertengkaran, Anda malah berbohong. Anda justru mengatakan hal yang berbeda dengan alasan untuk kebaikan. Perlu Anda ketahui bahwa hal ini termasuk dalam kebohongan yang bisa jadi akan berlanjut hingga Anda dan pasangan akan hidup berumah tangga dalam kebohongan. Agar semua itu tidak terjadi, utarakan dengan sikap tenang bahwa apa yang Anda lakukan adalah hanya urusan pekerjaan.

Kenapa sich musti bohong? Musti dicari akal masalahnya sehingga pasangan musti bohong. Sekali kita bohong pasti selanjutnya pun harus berbohong lagi….lagi….dan lagi…. Trus sampe kapan??? Karena suatu saat kebohongan itu pasti akan terbongkar & pasangan kita akan tau….yang terjadi pertengkaran khan???

5. Jangan Cemburu Berlebihan
Banyak yang mengatakan bahwa cemburu adalah bumbu dalam hubungan rumah tangga. Oke, itu sah-sah saja! Tapi bukan berarti Anda atau pasangan bisa cemburu buta. Bukan barang baru bahwa banyak perselisihan terjadi gara – gara rasa cemburu, yang lebih sering berakar dari salah tafsir dan kurangnya keterbukaan. Misalnya saja, pada suatu ketika karena tuntutan pekerjaan, suami harus mengajak sekretarisnya keluar kota. Sang istri yang hanya mendengar cerita setengah – setengah dari orang lain, bisa dengan gampang menuduh suaminya berselingkuh. Padahal kalau saja istri mau bertanya dan suami mau terbuka, atau sebelumnya memperkenalkan sekretarisnya pada sang istri, masalahnya bisa jadi lain.

Cemburu??? Tiap dengar kata ini sebagai manusia normal,aku katakan aku pernah alami ini tapi kemudian aku coba untuk positif thinking. Dunia suamiku dulu bertemu dengan banyak cewek yang notabene mereka para model sebuah susu pelangsing terkenal di Indonesia….. Waktu itu aku masih pacaran,dia sering banget cerita gimana indahnya tubuh para wanita itu dan aku sempat cemburu buta….semakin hari aku semakin kebal dengan cerita – ceritanya karena aku positif thinking & aku percaya dia ga akan selingkung. Begitu sudah menikah, aku pernah menemukan beberapa foto mantan ceweknya,di hape nya masih tersimpan banyak nomer telp teman – teman ceweknya….. mmmm aku hanya percaya sama suamiku….

6. Hindari Selingkuh
Perselingkuhan umumnya terjadi karena masing-masing tidak mau saling terbuka atau mendengarkan apa yang dikeluhkan pasangannya. Contohnya, sang suami merasa jengkel karena setiap kali pulang, istrinya tidak di rumah. Tapi keluhan itu tidak disampaikan, atau sudah diutarakan namun tidak didengarkan, atau istri tidak mau mengubah kebiasaannya. Perselingkuhan juga bisa terjadi karena pasangan kesepian, jarang merasakan kepuasan seksual atau godaan dari luar seperti tempat hiburan bernuansa erotis, wanita perayu dan lain-lain. Untuk menyelesaikan percekcokan ataupun perselingkuhan, yang harus dilakukan pertama adalah mencari akar permasalahnnya, kemudian diusahakan untuk dihindari atau disingkirkan.

Manusia selalu merasa kurang puas akan apa yang dimilikinya….

7. Cari Orang Ketiga Sebagai Penengah
Jika ternyata timbul permasalahan dan percekcokan antara Anda dan pasangan, carilah orang ketiga sebagai penengah. Orang tersebut bisa pemuka agama seperti Kyai atau pendeta, serta tokoh masyarakat yang memiliki wawasan yang luas dan bijak dan psikolog. Cari ini lebih baik ketimbang Anda berkeluh kesah dengan tetangga, saudara atau teman kantor Anda.

Kadang kita enggan juga cerita masalah rumah tangga kita ke orang lain…

8. Tetaplah Mesra
Agar hubungan Anda dan pasangan tetap mesra, buanglah pula jauh-jauh persepsi bahwa kemesraan hanya pantas dilakukan selagi masih berpacaran. Pada dasarnya, kemesraan itu hak setiap insan, tanpa pandang usia maupun status.

Bulan madu kedua kayaknya perlu juga dilakukan….ya yang murah meriah bisa segarkan pikiran & evaluasi kembali hubungan sebagai suami istri selama ini….

9. Pasrahkan Kepada Yang Di Atas

Terkadang, emosi muncul secara berlebihan ketika permasalahan Anda dan pasangan menguak ke permukaan. Berdoa dan pasrahkan diri Kepada Yang Maha Pencipta merupakan cara jitu agar emosi bisa diredamkan dan permasalahan bisa segera diselesaikan secara baik-baik.   (weddingku)

Tuhan ga akan pernah tidur, justru masalah itu timbul adalah sebuah teguran buat kita yang sempat lupa padaNya….

Aku memang ga pandai memberi coretan – coretan cuma aku pengen banget berusaha menyikapi setiap masalah yang ada. Bukannya lari….

Ya Tuhan, jauhkan rumah tanggaku dari masalah – masalah besar yang aku tak sanggup menanggungnya….Bantulah para pasutri di luar sana yang sedang mengalami masalah dalam rumah tangganya & jauhkanlah mereka dari momok perkawinan ini.

Semoga postingku ini bermanfaat ya….

Oct
17

Dua bulan lalu….

Saat terindah dalam hidup, akhirnya setelah 7 tahun pacaran aku menikah juga. Disaksikan orang – orang yang aku kasihin…..

Sebenarnya aku nulis ini untuk mengenang pakde tercinta yang wafat dua minggu lalu karena serangan jantung.

Saat itu pakde R. Soenarto adalah wakil keluarga dari keluarga mas Bayu, berhubung pakde adalah kakak tertua mama, pakdelah yang menjadi wakil keluarga,pakde yang menyerahkan mas Bayu ke pihak keluarga sebagai anak & menantu laki-laki pertama di keluargaku.

Kenanganku terhadap pakde R. Soenarto. Meskipun aku belum pernah kenal dekat dengan pakde bahkan saat aku menikah itu adalah pertemuan kedua sekaligus terakhirku….

Pakde sangat ramah dengan semua orang yang ditemuinya. Ketawanya pakde bikin adem banget…. Hampir seluruh keluargaku ngefans dengan pakde R.Soenarto yang penuh dengan tawa….

Ya dua minggu lalu,tiba – tiba saja mama mengabarkan pakde kritis di rumah sakit Semarang karena aliran pembulu darahnya tersumbat,pakde masuk ICU. Satu hari berlalu,dua hari berlalu dan keadaan pakde membaik pagi itu…. Mama pun siap – siap untuk pulang ke Bogor. Tiba – tiba jam 17.30 mama telpon lagi untuk minta bantuan doa karena kondisi pakde kritis bahkan alat kejut sudah siap disamping pakde…..

Aku kabarkan berita ini ke bapak & umi…. kemudian kita berdoa bersama.

Jam 19.25 mama telpon dan….. Pakde telah meninggal dunia…. Jumat 3 Oktober 2008 di rumah sakit Semarang…..

Selamat tinggal Pakde…. Doa kami menyertaimu…..

Kata mama,pakde seperti tidur dan tersenyum….. ya itu pasti ciri khas pakde…..

Saat pakde memberi sambutan 16 Aug 2008

Saat pakde memberi sambutan 16 Aug 2008

Oct
15

Setelah menikah, mas Bayu memboyongku ke Bekasi. Tapi karena musti beres – beres rumah mas Bayu pun berangkat lebih dulu.

Lima tahun lalu,dia telah mempersiapkan rumah mungil untuk kami tempati setelah menikah. Akhirnya hari itu datang,ya tepatnya 30 Agustus 2008 dengan diantar Bapak Titut & umi naik kreta agroanggrek berangkat dari Stasiun Pasar Turi ke Gambir….

Yang pasti sebelum masuk kereta, aku musti menguras airmataku untuk kedua adikku (Radix & adik titut), sahabatku Vita & kakak angkatku mas ayik….. Baru kali itu aku melihat vita menangis & dan baru kali itu juga aku dan vita kayak ga kompakan…. Biasanya tanpa janjian kami memakai baju dengan warna yang sama….

Kulambaikan tanganku….. aku masih melihat vita menangis….. uhhhhh ga kuat aku….. dan adik-adikku….. :(

Perlahan – lahan kereta bergerak meninggalkan stasiun pasar turi…. Saat itu dapat di gerbong 2 dengan nomer duduk 10 A,B,C. Aku duduk dengan umi dan bapak duduk di kursi 10 C. Wah sebelah bapak titut cowok tuch cakep banget dech imut – imut lagi….. aku coba bergosip dengan umi “wah mi ga rugi ya kita,meskipun ga dapet tiket pesawat, naek kereta ternyata dapat pemandangan nich…. :) “. Umipun setuju denganku.

Kereta pun terus melaju menuju jakarta…. Aku coba nikmati perjalanan panjangku kala itu, ada sedikit rasa yang menyiksaku kala itu saat beberapa temanku sms & telpon. Ya, setelah itu aku ga akan bisa sering ketemu dengan mereka tapi dia sudah menjadi jalanku,mengikuti suami……

Kota Surabaya, begitu banyak kenangan baik manis maupun buruk. Yang manis aku harus menyimpannya dalam album yang indah tapi yang buruk aku musti memendamnya dalam – dalam….. Satu per satu aku tata kembali album yang penuh dengan kenangan manis….. Kenangan masa kecilku,saat aku sekolah, saat aku jatuh cinta, saat aku punya temen-temen baru & akhirnya saat aku menikah….

“Selamat pagi, silakan ini tehnya…”

“wuk ini tehnya,diminum dulu mumpung hangat” Kata umi samar – samar aku dengar suara itu dan… ya memang umi pun memegang tanganku dan aku terbangun dari mimpi – mimpi indahku….

Satu sampai dua jam lagi kita sampai Jakarta kata bapak titut saat itu, jalur kereta rada padat karena ada perbaikan rel di jalur selatan & kereta tujuan jakarta jalur selatan dipindahkan ke jalur utara….

Uuhhh sampai kapan sich ga ada gangguan saat naik kereta ke Jakarta, seingetku aku naik kereta juga ga baru sekali aja dech setiap naik kereta ke Jakarta koq kayaknya ada saja hambatannya sehingga sampainya pasti ga tepat waktu….. :(

Sampai di gambir jam 8.00 wib hari itu minggu 31 Agustus 2008, hari paling bersejarah…. Aku kembali menghirup udara jakarta…..dan aku kembali tinggal di Bekasi…. Selamat tinggal kotaku tercinta, SURABAYA…

Lambang kota kelahiranku... Surabaya

Lambang kota kelahiranku... Surabaya

Category: Diaryku  Tags:  5 Comments
Oct
09

Dengan persiapan yang begitu matang, pernikahanku dilaksanakan tgl 17 Agustus 2008. Acara dimulai sejak pasang tenda tgl 15 Agustus 2008 jam 15.00 disusul jam 19.00 nya acara doa, kalo orang jawa bilang wilujengan.

Wilujengan : acaranya doa mohon kesuksesan untuk acaraku & doa untuk Ibuku yang dah meninggal juga para leluhurku. Setelah acara wilujengan, dilanjut dengan rapat para panitia. Pembagian tugas & perkenalan para panitia di temanin segelas bandrek (minuman hangat oleh-oleh dari Bogor).

Tanggal 16 Agustus 2008, kesibukan terlihat sejak pagi hari. Kakaknya bapak titut, pakde Wied rajin banget bersih-bersih, siramin tanaman umi. Bapak titut dengan celana pendek kesayangannya coba – coba pasang soundsystem trus nyobain dengerin satu per satu cd dari koleksinya. Begitu sadar itu acara anaknya,bapak titut coba mencari lagu masa kini. Cari – cari akhirnya dapat lagunya NAFF “Akhirnya ku menemukanmu” & WALI “Dik”

Jam 14.00 aku mulai meluncur ke rumah periasnya, kebetulan periasnya tetanggaku. Karena di rumahku terlalu banyak orang dan ribet banget, aku ngungsi di rumah Ibu Dwi,periasku. Sambil dirias aku coba pejamkan mata. Uh lumayan bisa tidur. Oh udah jam 17.00, ga krasa dech. Riasanku hampir selesai. Bu Dwi ngrias wajahku detail banget. Sanggul juga selesai dan santai dulu ah….

Jam 18.00 aku mulai pakai kebaya hijau dan menunggu mobil jemputan. Jam 18.50 tamu – tamu mulai berdatangan, jam 19.00 tepat aku mulai duduk di teras. Udah disiapkan oleh pakde Wied sedemikian rupa sehingga calon suamiku ga bisa liat aku tapi aku masih bisa lihat para tamu & calon suamiku.

Dekorasi pintu rumahku 16 aug

Dekorasi pintu rumahku 16 aug

Uh udah hampir jam 19.30, rombongan calon suamiku belum juga datang. Sampai akhirnya jam 19.45 rombongan datang. Acaranya menyerahan peningset mulai dari pakaian dalam,pakaian casual,tas,sepatu,kosmetik & buah2an. Dan waktu pulang, giliran pihakku memberikan seperangkat pakaian lengkap yang besok musti dipakai. Ya jas untuk di gereja & jas untuk resepsi.

Di kamarku

Di kamarku

Tanggal 17 agustus 2008, hari yang kunanti uuh akhirnya hari itu datang juga……

Ya aku mulai berdandan sejak jam 10 karena untuk ke gereja dimulai jam 14.00. Selesai dandan jam 13.00 aku siap – siap, ada satu ritual yang musti aku jalankan, ini pesan dari kakek angkatku. Dimana aku harus melangkahin tebu item yang dibentuk seperti tangga (kata org jawa artinya antep ing kalbu, bahwa keputusan menikah ini sudah menjadi keputusanku & aku harus jalanin ini dengan sungguh2 dari hati).

Jam 13.35 aku berangkat dari rumah,tidak ada mobil pengantin….. Ya memang aku tidak pakai mobil pengantin. Aku berangkat naik avansa, yang nyetir bapak disebelahnya ada umi, dibagian tengah aku dengan bu Dwi, di bagian belakang adikku yang paling kecil (adik titut), adik angkatku Jovita & calon adik iparku Silvy.

Saat disambut oleh Romo

Saat disambut oleh Romo

Acara dimulai jam 14.00 (tepat waktu….) dan acara yang diperkirakan selesai jam 16.30 ternyata lebih cepat 30 menit. Aku langsung menuju ke samping gereja (tempat resepsiku) ya tempat resepsinya ada di samping gereja persis. Sampai disana, bu Dwi mengganti dandananku dan aku sempatkan untuk tidur sebentar.

Jam 18.30 tamu – tamu mulai berdatangan (menurut laporan adikku,Radix), dan jam19.00 tempat acara udah padat dengan para tamu undangan.

Suasana penerimaan tamu

Suasana penerimaan tamu

Konsep acaraku memang lain, tidak memakai adat jawa seperti udah diperkirakan para tamu undangan yang mana bapak tuch dah terkenal dengan adat jawa tengahnya. Begitu masuk ke tempat acara aja yg tergambar acaranya gede – gedean (itu menurut orang – orang)…..

Bersama ortu

Bersama ortu

Penataan tempat acara yang serba simpel & minimalis, ya itu juga berkat kerja Om Djoko beserta kru nya.

Ya intinya acraku pada hari itu berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang kita rencanakan & kita susun di buku acara.

Mmmmm mungkin ceritaku ini terlalu panjang ya??? :)

Category: Diaryku  Tags:  3 Comments
Oct
07

Udah lama banget sejak 14 Juli aku ga nulis sama sekali. Karena kesibukanku mempersiapkan pernikahan, di kantor juga sibuk karena aku musti ajarin anak buahku untuk kerjakan semua kerjaanku dimana per tanggal 2 aug aku mengundurkan diri dan setelah acara pernikahanku aku sibuk lagi karena pindah ke Bekasi. :)

Ya sebagai istri yang baik musti ikuti suami dan di rumah baru aku sibuk beres – beres rumah yang hampir tiap hari ga ada habisnya. Rasanya koq ga beres – beres ya padahal aku udah 1 bulan tinggal di rumah baruku ini.

Sekarang sich aku udah ga kerja lagi. Suamiku bisnis online. Ya aku kerja ma suamiku aja dech. Masih bisa ngurus rumah & bisnis jalan terus.

Nah sekarang aku sempatkan untuk kunjungi lagi blogku yang sempat ga keurus karena beberapa kesibukanku.

Oke dech, nantikan tulisan – tulisan terbaruku…. (ciieeee….. kayak penulis yang hebat aja… :) )

Category: Diaryku  Tags:  One Comment
Jul
14

Aku sengaja pilih judul ini karena aku saat ini juga sedang menghitung hari menjelang pernikahanku. Banyak banget yang harus segera diselesaikan karena saat ini tinggal 34 hari, 21 jam, 27 menit, 10 detik (wao lengkap banget ……)

Mulai dari undangan sampai penginapan untuk sanak keluarga dari luar kota, satu persatu telah terselesaikan. Aku jadi ga sabar, rasanya tanggal 17 Agustus koq lama banget ya?? Oh ya sekalian nich aku juga mau launching web terbaru dari aku dan tunanganku, di web ini ada kumpulan puisi dan sedikit cerita tentang awal pertemuan kami berdua.

Silakan aja kunjungi : www.retidanbayu.com

Category: Diaryku  Tags:  3 Comments
May
30

Sore itu jam 17.05 tanggal 2 Mei 2008, cdmaku berdering. Wao dari sohibku Ida. Ku angkat telpon cdmaku dan dari seberang sana kudengar suara Ida yang agak aneh.

Me : Ya bu, ade kabar apaan nich??

Ida : Ret, Dika… Dika….

Me : Ada apa dengan Dika, dia khan masih di rumah sakit….(aku nyerocos aja tapi perasaanku rada ga enak). Apa kita jadi bezuknya ?

Ida : Ret, Dika udah ga ada……

Me : Maksudmu ??? meninggal ???…………..

Ida : Ya……..

Me : Mungkin ini jalan terbaik buat dia, kasian dia kalo harus tersiksa dengan terus menerus cuci darah. Tapi apa beneran Dika meninggal??

Aku tutup telepon dari Ida dan ku coba hubungi bapak titut,

Me : Be, bisa tolong naik ke lantai atas?? Trus tolong liatin apa di rumah Dika ada rame-rame ? Lima menit lagi aku telpon lagi ya.

Babe : Oke

Kebetulan rumah Dika ada di gang belakang rumahku yang mana dari lantai atas, pasti kelihatan. Dan beberapa menit kemudian aku telpon bapak titut.

Me : Gimana be?

Babe : Ya sich di belakang ada rumah yang dipasangin tenda dengan bendera kuning.

Me : Ya itu rumah Dika, Dika udah meninggal, be.

Babe : Ya udah kamu hati – hati di jalan ga usah ngebut. Jenasahnya pasti setelah maghrib sampainya.

Me : Ya be, aku 15 menit lagi aku dah sampai rumah koq.

Ternyata bener, Dika teman es-de ku meninggal. Ku coba hubungi beberapa teman es-de ku. Vita, Heru Kurniawan, Ayik & Miftah.

Me : Mif, udah denger kabar ??

Miftah : Ya,ret. Ya ampun kayaknya baru kemarin ya kita pergi karaokean tapi sekarang Dika udah ga ada. Aku ga bisa pulang ke Surabaya, aku doain aja dari sini. Sampaikan salamku untuk temen-temen yang lain ya. Sekali lagi aku minta maaf. (dengan suaranya yang mulai serak dan samar aku dengar Miftah menangis).

Ya Dika memang terkenal paling diam & pandai. Aku dan beberapa teman sempat kaget melihat perubahan Dika yang mulai mudah bergaul dan ga canggung lagi bila bicara dengan cewek.
Bulan Februari yang lalu Dika masuk rumah sakit Haji Surabaya dengan keluhan sesak napas. Sampai di Rs. Haji, Dika sempat kejang dan tak sadarkan diri, Dika masuk ke ruang ICU. Di sana diketahui tekanan darahnya mencapai 200 mmHg. Ini disebabkan karena ginjalnya mengecil sehingga kerja ginjal ga optimal dan paru-parunya penuh dengan cairan yang mendesak jantung sehingga tensinya tinggi banget.
Ya sekarang Dika pasti udah tenang dan ini jalan terbaik untuknya daripada Dika harus tersiksa dengan cuci darah.
Selamat jalan sahabatku, Dika……… :(

Category: Diaryku  Tags:  4 Comments
May
30

Lama banget nich ga nulis, akhir – akhir ini aku sibuk mempersiapkan acara pernikahanku. Selain itu aku sempat sakit juga. 18 April yang lalu, kondisi kesehatanku menurun. Aku sempat pingsan di kantor dan sempat tau – tau terjatuh karena kakiku tiba – tiba aja lemas. Setelah aku cek darah di laboratorium dan hasilnya :

Lima tahun yang lalu dan di bulan yang sama juga aku pernah ngalami Thypus. 18 April yang lalu aku kembali merasakan betapa tersiksanya badanku yang begitu lemas dan lidahku yang pahit juga perut yang mual banget. Ya karena udah tahu obat yang mujarab, pergilah aku ke toko obat cina. Di sana aku membeli pil cacing, hampir satu minggu aku makan bubur, uh duniaku mau runtuh. Ga boleh makan sambel, minum susu, makan yang asem – asem dan makan gorengan…… :(

Setelah satu minggu, aku ga mau lagi kontrol. Aku yakinin bahwa aku dah sembuh (wee… ngikuti saran The Secret nich). Dan ternyata beneran, aku sembuh. Aku kembali melalukan berbagai aktifitas lagi dengan badanku yang kuat tapi kadang suka lemes juga sich (eits…. Ga boleh bilang lemes lagi). Sekarang aku kuat………

Category: Diaryku  Tags: ,  2 Comments