Feb
02

Postingan ini aku tujukan untuk para suami.

Tapi sebelumnya aku mau tau jawaban anda semua terlebih dahulu dari beberapa hal di bawah ini. Anda cukup YA atau TIDAK

1. Kalau anda sakit selalu teriak ke istri minta obat.

2. Kalau anda lapar selalu teriak ke istri minta makan,padahal di meja makan sudah tersedia lauknya & piring.

3. Setiap pulang kantor, selalu teriak ke istri minta diambilkan minum padahal di meja sudah tersedia.

4. Setiap pulang kantor, selalu nyuruh istri bawain tas dan sepatu anda serta bawaan yang lainnya masuk.

5. Setiap malam selalu minta pijit ke istri.

6. Setiap hari minggu, saat santai anda ngga pernah bantu istri beres-beres rumah meskipun sudah ada asisten (pembantu rumah tangga)

7. Kalau istri sakit, anda bingung mau melakukan apa dulu

8. Ngga pernah mijitin istri

Nah mana jawaban yang paling banyak?

Kalau banyak YA nya berarti keterlaluan (Kebacut).

Masak ya ngga pernah gantian mijitin istri, “ehhh istriku tadi seharian di rumah/di kantor cape ya, gantian ya papa/ayah/papi/bapak/kanda mijitin ya” Oke kalau istri di rumah saja, di rumah itu juga cape lho ngurusin rumah bukannya malah enak-enakan aja. Nah kalau yang kerja pasti tambah cape juga khan, di kantor udah cape sampe rumah makin cape juga karena rumah berantakan.

Istrinya sakit jadi bingung karena kebiasaan teriak “ma/bu/bun/mi/dhek ambilin obat ini…itu…” atau karena ngga biasa melayani istri yang ada selalu dilayani. Istri sakit bingung musti melakukan apa nich, kalau bingung coba tanya apa kemauan istri.

Hari minggu memangnya saatnya santai bisa juga khan dibuat acara beres-beres rumah bersama istri, ngga cuma istri aja yang beres-beres sedangkan suami enak-enakan nonton bola/tinju/malah tidur :(

Pulang kantor, memang sebagai istri punya kewajiban menyambut suami yang baru pulang, bawain tas suami tapi coba liat kondisinya juga donk coba berbagi “ma/bu/bun/mi/dhek… tolong bawain tasnya makanan aja ya, sepatu dan tas kerja biar papa/ayah/papi/bapak/kanda yang bawa” Adil khan??…. :D

Waktu mau makan, oke istri berkewajiban untuk melayani menyiapkan makanan untuk suami. Tapi cobalah untuk berbagi juga dalam arti istri sudah menyiapkan lauk dan piring di meja makan, nah giliran anda ambil nasi sendiri ngga harus tergantung dengan istri khan?? Itu bukan berarti istri setengah-setengah melakukan pekerjaan lho. Kalau perlu ambilkan nasi juga untuk istri nahhh itu suami hebat. Coba yang lainnya seperti bersama-sama menyiapkan makan atau mengambilkan minuman untuk istri.

untitled2

Kalau banyak TIDAK nya berarti HEBAT, bukan berarti istri ngga pernah melakukan kewajiban sebagai seorang istri yaitu melayani suaminya. Bukankah sebagai suami istri itu kudu saling memberi, menerima & melayani. Tapi jangan trus bikin daftar apa yang sudah diberi suami/istri, apa yang sudah diterima suami/istri…..

Harusnya khan seimbang ngga terus-terusan suami dilayani istri.

Memang  istri itu harus tunduk dan nurut ke suami. Karena suami adalah kepala rumah tangga. Tapi sekarang kedudukan pria dan wanita itu sejajar (bukan berarti juga istri berani ke suami), ngga bisa donk suami itu semena-mena selalu nyuruh istri untuk ini dan itu sedang suami cuma tinggal nyuruh dan tau hasilnya aja. Balik lagi ke yang aku bilang tadi, saling memberi, menerima dan melayani.

Pernah ngga anda para suami berpikir, seandainya istri anda meninggal dunia duluan (bukan doain yang jelek ya cuma khan kita juga ga tau), nahhh ke sapa lagi anda akan bergantung??? Biasanya khan ada istri yang disuruh begini begitu….

“ya nikah lagi,ret”

Oke anda nikah lagi, tapi kalau malah istri anda ini adalah wanita yang begitu mandiri sehingga anda ngga bisa lagi bermanja-manja seperti dulu, bisa nyuruh ini dan itu…..

Cobalah untuk memulainya dari sekarang bagi yang masih sering tergantung dengan istri.

Ini semua cerita nyata dari seorang sahabat dari kawan salah satu sahabat saya…. (wadohhh bingung piye ya…). Saya punya sahabat anggap saja A, A ini punya kawan B dan B ini punya sahabat C…. nahhhh bingung ga??

Si C ini adalah seorang suami yang sangat bergantung sekali ke istrinya, wahh koq ya untungnya si istri ini benar-benar istri yang patuh banget dech ma suami, si istri ini juga bekerja, di rumah juga ada pembantu rumah tangga tapi karena didikan orang tuanya si istri ini tetap membantu si mbak (pembantu rumah tangga) untuk beres-beres,memasak dan melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya. Si istri ini mau melakukan apa saja yang diminta suaminya, ngga ada protes sama sekali dech dari sang istri, kayaknya buat si istri itu menolak perintah suami itu dosa dan menganggap pekerjaan rumah tangga itu ya kewajiban istri.

Tiba-tiba… suatu ketika si istri sakit, karena ngga pernah melayani jadinya bingung musti ngapain, sebagai gantinya si suami teriak ke pembantu rumah tangga untuk ngurus istrinya… (waduh iki kebacut tenan…waduh ini keterlaluan sekali) Si suami masih menganggap itu biasa aja sakitnya karena capek…. Ngga lama kemudian tiba-tiba istrinya meninggal dunia, entah sakit apa yang dideritanya.

Setelah istrinya ngga ada sich masih ada pembantu rumah tangga, yang bisa melayani sang majikan. Karena suatu hal, si mbak (pembantu rumah tangga) pulang dan ngga kembali kerja lagi jadilah si suami hidup seorang diri….

mmmm… karena ngga biasa melakukan sendiri, jadinya bingung dan menyesal kenapa dulu selalu banyak memerintah istrinya……

Nahh ngga kepengen khan anda seperti si C ???

“walahh ret kamu ini masih baru nikah aja belagu…sok tau…lebay dech”

mmm terima kasih tapi aku masih banyak melihat suami-suami seperti si C koq meskipun aku baru nikah, meskipun aku belum banyak pengalaman… Aku hanya ingin berbagi…. Apa salahnya belajar mandiri sejak sekarang?

Oke ini cuma sharing aja koq… kalau ada yang punya pendapat lainnya gpp ngga masalah….

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
34 Responses
  1. mrpall says:

    klo aku mah banyak tidaknya tuh…. salam knal yah

    Rekan mrpall terakhir menulis tentang : selingkuh dengan aman

    :D yang seimbang ya Mrpall, bagus dech kalo seimbang

  2. p u a k says:

    Beruntunglah suamiku orangnya mandiri.. kecuali kalau lagi pusing..baru deh mintain tolong..
    Tumben Ret, ngebahas beginian.. hehehe

    Rekan p u a k terakhir menulis tentang : Kikuk sendiri

    mmmm ya mbak semoga para suami-suami yang malas tuch pada sadar :D jadi ngga nyuruh aja yang seimbang gitulah ;)

  3. Mas Indra says:

    Alhamdulillah aku seimbang.. kadang2 males kadang2 bantuin istri hehehehe
    Tapi istriku lebih senang meladeni aku dari pada aku ladenin…

    Rekan Mas Indra terakhir menulis tentang : Karena Uang

    Yang seimbang donk,dra biar istrimu ngga kecapean juga. :D

  4. Indra says:

    Aku idem sama Mas Indra, ya iya lah…wong……………….

    Rekan Indra terakhir menulis tentang : Ku Siram Semangatku Dengan Air Hujan

    ya lha wong sama koq orangnya cuma beda blog aja khan heheheh ;)

  5. SaRaH says:

    aQ rasa semua ada porsinya masing2 kok mabk..heuheue…cieee..yg rumah barrru

    :D ya emang ada porsinya tapi sebagai suami ya paling tidak ada waktunya untuk bantuin istri :D dulu aku juga berpikir seperti kamu,dhek tetapi setelah menikah :D berbeda… suami harus ikut bantuin juga :D pokokna seimbang aja dech

  6. Lala says:

    Semua hal musti balance ya, Say…
    Dan musti ada feeling needed di antara suami dan istri.
    Kalau terlalu mandiri, kesannya ga butuh.
    Kalau terlalu tergantung, kesannya malah nyusahin di kemudian hari.

    Well,
    harus tahu kapan waktu yang tepat untuk ‘berteriak minta tolong’ aja…

    – komentar seseorang yang belum nikah sampai hari ini.. hihihi –

    Rekan Lala terakhir menulis tentang : at the end of the day…

    Ya aunty musti balance, ngga cuma nyuruh aja bisanya :D . sapa tau pengunjung blogku ada yang belum menikah dan sedang mencari istri :D

  7. kalo menjawab dari 8 pertanyaan diatas, saya pribadi 4 ya 4 lagi tidak, dan sangat wajar kalo suami bila perlu larinya ke seorang istri, berarti menunjukkan bahwa suaminya bener2 percaya ma istri tapi bukan berarti mengandalkan istri, dan saat istri lagi sakit, tidak semua suami hanya kebingungan. semua kembali pada pribadi masing2. tapi ga tau juga sih karna saya belum rumah tangga.

    Rekan orb “ORa Biasa” terakhir menulis tentang : memposting blog dengan ms word 2007

    :D ya bagus donk belum nikah sudah bisa ngejawab 4 tidak 4 ya. Semoga setelah menikah nanti bisa ikutan bantu istri ya :D

  8. achoey says:

    Kangen nih
    Pengen segera menikah :D

    ya udah buruan nikah kang :D

  9. omiyan says:

    ah saya tidak setuju dengan diatas lha wong saya malamnya jadi tukang pijit istri wakakakka, kalo ga dipijit ga dikasih ntarnya

    Rekan omiyan terakhir menulis tentang : Ketika Sebuah Garasi Lebih Mahal Dari Harga Mobil

    hahahahhahaha :D

  10. Hejis says:

    Kasihan ya jadi suami yang menjawab ya, ya, ya, ya. Kayaknya suami penjajah itu ya… Wakakak…
    *Dipentungi orang sekampung*
    :mrgreen:

    Rekan Hejis terakhir menulis tentang : PERKAWINAN TANPA KERTAS

    :mrgreen: tapi om Hejis ngga jawab ya ya ya ya dan ya khan om??

  11. waduh keponakan yang satu ini buka rahasia para suami. tapi aku suami yang baek kok…(Stssss…jangan keras keras, istri nguping lho)….salammmm

    Rekan Budiono Darsono terakhir menulis tentang : Contrengan Guncang Negeri Dewa

    untung dech Om suami yg baek… hayooo habis ngapain?? ntar aku aduin ke tante lho :D

  12. Yulis says:

    Mbak Reti saya menjawab untuk suami saya, dan semua dari jawaban diatas kebetulan “Tidak” saya termasuk beruntung. Mungkin karena kondiri di barat sangat berbeda, suami sangat membantu bahkan memasak dll adalah hal yang waja mereka kerjakan juga. Thanks

    Rekan Yulis terakhir menulis tentang : SYUKURAN DI RUMAH IBU

    ya mbak :D beruntung banget dech :D ya semoga para suami yg masih malas-malasan itu pada sadar dech :D

  13. jiwakelana says:

    Hmm.., gmana kalo pertanyaan ini di tujukan aja ke suami2 yg ada di sinetron “suami2 takut istri” mbak..? Hehehee..

    :P kalo suami-suami di sinetron itu kesannya ngga punya wibawa dech :D istri-istrinya juga keterlaluan kalo kayak gitu mah ngga seimbang donk :D

  14. lesca says:

    kalo menjawab pertanyaannya mewakili suami ga boleh ya? :-p

    Rekan lesca terakhir menulis tentang : betatonia sukarini

    :D ya mbak

  15. nA says:

    ehmm, syukur deh Ret… suamiku orangnya mandiri banget…. jadi istrinya malah jadi nyantttaaiii….hehehhhheheheee……

    hehehee siippp dech mbak kalo gitu :D

  16. sunarno says:

    lebih banyak tidaknya tuh. Kita pulang kerja seringnya bareng, kadang saya yang jemput kadang istri yang jemput.

    Rekan sunarno terakhir menulis tentang : Menabur Puisi

    :D ya sama-sama pak Guru :D

  17. carra says:

    hmmm sebenernya cukup dengan masing2 tau diri dan mau peka terhadap pasangan masing2… emang susah si … tapi pasti bisa kok :)

    Rekan carra terakhir menulis tentang : Brownies

    Ya mbak :D

  18. -indie- says:

    hehehe…itulah kenapa aku menikahi papi juntak ;) kebanyakan dia yang selalu memanjakan diriku ;) walau banyak kesempatan lain juga aku yang memanjakan dirinya…ahhhh…
    maybe i’m one of the luckiest wives around the world
    aaaahhh…leeebaaayyy :D

    Rekan -indie- terakhir menulis tentang : Nama, Wajah, Bau???

    hahahha hebat donk papi juntak :D udah beres bu blanja-blanjanya :D

  19. terkadang suami kan juga pengen dimanja
    boleh donk….
    tp ya jangan keseringan, bnr keterlaluan tu ret

    Rekan kejujurancinta terakhir menulis tentang : Mari Kita Bersahabat !!

    hehehehe :D ya mbak musti seimbang gitu lho maksudna, ngga cuma nyuruh aja…

  20. Ikkyu_san says:

    FYI di jepang hampir semua suami yang berumur di atas usia 50 tahun akan menjawab YA. Mereka tidak bisa hidup tanpa suami. Tapi untuk yang berusia 40 th ke bawah, biasanya tidak, karena mereka pernah punya pengalaman tinggal sendiri, sehingga pernah melakukan sendiri.

    Gitu deh.
    (suamiku? hmmm setengah-setengah deh, soale dia ngga suka dipijit hihihi)

    EM

    Rekan Ikkyu_san terakhir menulis tentang : Pergilah kesialan, datanglah keberuntungan

    mmmm bener tante, aku tuch kalo liat di tv tuch suami2 di luar tuch pada mandiri-mandiri sampe aku pernah liat film tentang tempat penitipian anak yg di kelola oleh 2 orang ayah :D yaa mereka nyiapin makanan untuk anak-anak didiknya itu :D

  21. Anak bangsa says:

    saya suami yg gimana ya……….,
    terimakasih simpatinya kpd Fauza syahfitri (bayi menderita hidrochepalus) saya baca di kweklina photo terbaru fauza ada di blog saya salam persahabatan dan kekeluargaan dari kami di langkat sumut

    Rekan Anak bangsa terakhir menulis tentang : Embun mulai menetes buat Fauza Syahfitri.

    Ya saya hanya bisa membantu doa saja untuk Fauza Syahfitri

  22. babe says:

    Si C itu mungkin waktu nikah dapat nasehat khusus untuk suami yaitu SPP dan khusus untuk istri yaitu MMM.
    SPP = Sandang, Pangan, Papan.
    MMM = Macak, Masak, Manak.
    Itu nasehat kuno untuk orang jawa. Pertama kali saya dengar di tahun 1968 di suatu desa di Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Klaten.

    Para suami penganut nasehat kuno ini sekaligus mengadopsi falsafah bahwa istri adalah “kanca wingking”, “ibune lare-lare”, dan lain-lain termasuk pengertian pemberian mas kawin pada saat nikah (dianggap bahwa suami telah membeli istri) yang menempatkan suami pada tingkat yang lebih tinggi daripada istri. Mungkin suami akan merasa rendah jika tidak bisa memerintah istri. Anggapan yang berbau positif bahwa istri adalah ibu rumah tangga, jadi istri dianggap lebih banyak menguasai soal rumah tangga.

    Padahal jaman telah berubah dan si C adalah contoh sosok suami yang seharusnya hidup di tahun 1960 bukan di era 2000.
    Pada jaman ini, seharusnya suami berpegang pada kata “MEMBERI & MENERIMA” yang artinya jika suami mau MEMBERI kepada istrinya maka ia akan MENERIMA dari istrinya.

    yesss be, bener banget karena babe juga termasuk suami yg berpegang pada kata MEMBERI & MENERIMA :D babe bisa bikin kopi sendiri, babe juga suka mijitin & ngerokin umi juga hehehehe :D

  23. Mahendra says:

    Lebih baik saya tanya dulu sama isteri apa jawabannya… Biar pas… Hehehe… :)

    Rekan Mahendra terakhir menulis tentang : Turun Gunung

    hehehehe :D gimana sich koq pake nanya dulu,mas??

  24. AriefDJ™ says:

    1 s/d 6, tidak.. at least tidak SELALU.. mungkin pernah sesekali..
    7 : tergantung sakitnya apa dulu..
    8 : tergantung request..

    Rekan AriefDJ™ terakhir menulis tentang : DEMOKRASI MACAM APA ?

    :D sipp dech mas

  25. dyahsuminar says:

    he..he…he..kalau Bunda, dibikin becanda aja…”waduh…aku kesel je…” kata bapak…Oh ya ??….lha kok sama …begitu Bunda becanda…Akhirnya,kita gantian pakai kursi pijat..

    Rekan dyahsuminar terakhir menulis tentang : Persembahanku…

    hehehe :D ya bun, perlu nich resepnya bunda di tiru :D

  26. Wah, berarti postingan ini bukan buatku. He-he-he.

    Rekan Daniel Mahendra terakhir menulis tentang : Petualang Manapun Rindu Pulang

    Makanya buruan donk nikah,mas :D

  27. Mikekono says:

    memang itulah kelemahan suami
    sering menuntut pelayanan ekstra dari istri
    tapi kan ngga pa2 disuruh istri yg mijit….
    asal…..jgn istri orng pula
    yg disuruh mijitin….hihihihi :(

    Rekan Mikekono terakhir menulis tentang : SBY Melesat, Mega Telat ?

    hahahaha bisa aja nich bang. :)

  28. Anton says:

    Waahhhh….jawabanku cuma 4 yang nggak. Brarti masih ada feel dong ama istriku :)
    Salam kenal ya mbak:)

    Salam kenal juga :D

  29. mrpall says:

    mau jawab apalagi neh …ko lama posting nya ….lagi dunk

    Rekan mrpall terakhir menulis tentang : PenTil Muter ( Puting Beliung )

    sabar mrpall, :D

  30. *hari says:

    hehehehe…sepertinya dirimu berpengalaman Ret.. :D

    Rekan *hari terakhir menulis tentang : Lotre & Internet Kampret &*^%%$$%

    hahahaha :D berpengalaman??? cuma pernah liat & dengar aja :D

  31. ekobudi_saja says:

    andaikata semuanya dibalik, postingan tsb ditujukan ke pihak istri…gimana mbak..???

    Rekan ekobudi_saja terakhir menulis tentang : Feeling Anakku Ternyata Tajam

    mmm dibalik gimana,mas? istrinya gitu yg sering nyuruh2 suaminya gitu? hehe :D ya ngga beres juga tuch kalau kayak gitu

  32. Ce Lina says:

    wah…kalau suamiku..sih kayaknya mandiri juga, tapi juga suka manjain aku…hihihi…tapi aku juga suka kok bisa menyiapin keperluannya…dan ngak merasa sebuah paksaan. Pokoknya seimbanglah…saling bantu. Namanya juga suami istri, nikamti suka dan duka bersama. :)

    Rekan Ce Lina terakhir menulis tentang : Telaga Hati

    Wah asyik donk ce :D

  33. Fuad says:

    kalo saya sih, tergantung tanggungjawab masing2, kalo si istri dah tau tanggungjawabnya sebagai istri dan suami juga tau tanggung jawabnya masing2, kan dah ada penjelasannya di KUA khan, ikikikik, hehehe, lagian istri yang berbakti imbalannya Sorga lo, hehe walau umur oe tuaan dari mu, tapi belum ngerasain jadi suami, hehehe (behhhh ntu namanya sok tahu, bro)

    Rekan Fuad terakhir menulis tentang : Konsultan SDM ? GW Kapokkk … bener!!??

  34. uwun says:

    Ya Gitu Dueeh….

    Rekan uwun terakhir menulis tentang : 14. Allah Dhahirkan Alam

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv Enabled