Banyak yang bilang bahwa anak perempuan itu lebih dekat dengan bapaknya.
mmm mungkin ada yang benar dan ada yang ngga juga. Aku bilang ada yang ngga karena aku pernah tahu sendiri. Seperti hubungan salah satu sahabatku dengan papanya kurang begitu dekat. Meskipun aku sudah bersahabat dengannya sejak masa sekolah dulu sampai saat ini aku ngga pernah tahu apa penyebabnya mereka ngga dekat. Ada lagi hubungan salah satu sepupuku dengan papanya juga kurang begitu dekat.
Kalau yang benar pasti banyak juga khan?? Salah satunya seperti hubunganku dengan bapakku tercinta, ya bapak titut a.k.a babe hehehe aku biasanya manggil babe…
Aku pernah hidup hanya berdua saja dengan babe setelah ibuku ngga ada. Kedua adikku pindah sekolah ke lain kota. Satu tahun aku tinggal dengan babe, segala keperluan babe aku yang urus karena asisten rumah tangga yang sudah cukup lama bersama kami pulang. Karena ngga ada kegiatan (selesai SMA aku memang ngga kuliah) akupun jadi sopirnya babe
ya ke kantor aku yang antar (ssttt… kadang suka nganter pake daster + cardigan
) begitu juga kadang kalau pulang aku yang jemput
kalau aku di rumah aja sich biasanya babe lebih baik nebeng temannya yang rumahnya kebetulan dekat dengan rumah kami.
Hari-hari kami lewati ber
sama sampai nonton serial drama Taiwan “METEOR GARDEN” itu lho yang ada F4 nya. Acara itu ngga bakal terlewatkan dech dan jadi acara wajib di tonton setiap minggunya
kalau pas ada yang sedih – sedih ya kami berdua meneteskan air mata
Setahun bersama kami lalui ngga terasa banget dech sampai ada sebuah tawaran kerja di Jakarta untuk ku dari seorang tante (kawan lama babe). Bagiku saat itu tawaran kerja di Jakarta sebuah peluang emas yang ngga mungkin aku dapatkan lagi…. bingung juga sich antara ya atau tidak aku terima tawaran itu. Mengingat babe pasti akan sendirian di rumah, urus semuanya sendiri dll… bagi babe ngga jadi masalah hidup sendiri karena emang babe jago juga dalam urusan ngurus diri sendiri
“bapak, gpp koq wuk. Khan adikmu bulan depan juga udah pulang. Soal makan gampang, ada abon, ada tempe dan tahu babe juga bisa goreng sendiri” kata babe saat itu
“Lho trus piye kalo pagi?? sapa yang bangunin babe tidur??”
“ya ntar jadi kebiasaan bangun, ada jam weker juga, kamu juga masih bisa miskol bapak. Bapak juga pasti bangun koq”
Beberapa hari aku pikirkan tawaran langka itu dan aku memutuskan untuk menerima tawaran kerja itu. Aku memilih tanggal berangkat berdekatan dengan kedatangan adikku meskipun selisih 2 minggu.
Awalnya aku kira aku kerja di satu kantor dengan si tante, ternyata aku masuk di yayasan yang di kelola perusahaan itu yang khusus menangani pelamar – pelamar. Mulai dari penerimaan cv, tes dan penempatan. Tak disangka aku di tempatan di salah satu perusahaan yang masih grup juga di Bekasi. Di Perusahan itu aku juga menjalani tes bersama 4 orang. Selesai tes, malamnya babe telpon ke handphone dan menanyakan hasil dari tes & bagaimana perasaanku jika aku diterima.
“tesnya sich gampang koq, di interview langsung sama General Managernya. mmmm katanya disuruh nunggu 2-3 hari gitu”
“trus gimana kalau seandainya kamu ketrima di sana?” tanya babe saat itu.
“wahhh ngga tau dech be, tempatnya jauh. Aku khan pengennya di kawasan gitu kayak pulogadung”
“wuk, di Bekasi / Pulogadung kamu kerjanya itu harusnya ngga penting. Yang penting adalah pengalaman kerjanya yang kamu dapatkan. Anaknya babe koq sudah menyerah dulu”
“ya be” jawabku singkat karena emang rada ngga sreg dech karena aku mikir dimana aku tinggal kalau tempatku kerja di Bekasi.
Beberapa hari kemudian aku mendapat kabar bahwa aku diterima. 4 pelamar hanya 2 orang yang diterima. Dan aku mendapatkan tempat yang begitu lebih enak dibandingkan temanku itu. Aku kebagian di kantor sebagai sekretaris Plant Manager. Sedangkan temanku itu di Gudang. Jelas kabar ini aku sampaikan ke babe.
“Apakah kesempatan langka ini mau kamu lewatkan?? Betapa beruntungnya kamu mendapatkan posisi yang lebih baik dari teman kamu itu padahal kamu hanya bermodal ijasah SMA. Kamu juga sama mengikuti tes seperti teman kamu itu jadi keberhasilan kamu bukan karena tante”
“ya be. Aku siap masukin dunia kerja ini.”
Ya setelah itu banyak sekali pelajaran dari babe tentang bagaimana menjadi seorang karyawan yang baik, jujur, bertanggungjawab & bisa diandalkan meskipun aku dapatkan itu lewat telpon.
Hari demi hari aku lalui sampai saatnya 2 tahun kemudian aku harus pulang ke Surabaya, menurut babe waktuku untuk menimba ilmu tentang kerja sudah selesai. Aku harus pulang ke Surabaya untuk kuliah dan berkumpul kembali bersama kedua adikku dan babe.
Di Surabaya, aku kuliah dan bekerja lagi sebuah perusahaan. Di perusahaan ini aku bertemu lagi dengan babe. Ya babe sebagai konsultan Sistem Manajemen Mutu dan aku sebagai staf. Sebagai konsultan ISO babe juga memberikan training – training. Berbagai kesempatan aku ikutin demi memperoleh ilmu tentang Sistem Manajemen Mutu. Banyak sekali ilmu yang aku peroleh dari babe. Setiap perjalanan pulang dari kantorpun kami sering ngobrol lagi tentang kehidupan rumah tangga.
Banyak ilmu yang aku peroleh dari babe. Bagaimana menjadi seorang istri yang baik, bagaimana menjadi calon ibu yang sehat, dan banyak hal lainnya. (hehehe 1 be yang belum bisa nich, menjadi calon ibu yg sehat
)
Setelah menikah pun, babe pun masih banyak memberikan pelajaran menjadi menantu yang baik, menjadi kakak ipar yang baik dan (teteup) menjadi calon ibu yang sehat. Ada yang disampaikan langsung lewat telpon, lewat email dan sms.
Seperti malam itu babe kirim sms :
Ketika jalan terbentang di hadapanmu,
langkahkan kakimu.
Jika jalan itu mulus ditambah pemandangan alam yang sangat indah,
inilah yang dinamakan KARUNIA.
Hendaknya kamu selalu sadar
dan ingat bahwa di atasmu ada awan yang bisa
menambah keindahan
Namun juga bisa membuat semuanya gelap.
(babe – 3 Feb 2009 pukul 18:10)

Berkali – kali aku membaca pesan dari babe dan mencari makna dari sms babe ini. Setelah itu babe kirim sms lagi.
Sesungguhnya, KARUNIA TUHAN
selalu sekaligus sebagai UJIAN.
Carilah segera makna, arti dan maksud
Tuhan memberi karunia.
(babe – 3 Feb 2009 pukul 19:08)
Dari sms babe ini aku hanya membalas :
“ya be, aku tau. Aku ngga akan pernah lupa sama Tuhan. Aku akan mengingat, mengenang dan mencatat kata-kata babe ini di hatiku”
“haaa???? mengenang?? emangnya si penulis kemana??” balasan dari babe.
“Yaa penulisnya sich ngga kemana-mana be, ya bakal aku kenang biar selamanya aku inget bahkan aku mau nulis ini di blogku”
Dan jawaban dari smsku itu :
ACC – babe
Pada lembaran ini tidak dibutuhkan
tanda tangan karena diterbitkan melalui HP khusus
(babe – 4 Feb 2009 pukul 16:15)
Hahahahahaha
jadi inget dulu kalau kerja ma babe nich minta persetujuan pak Konsultan kalau bikin formulir atau QWI (Quality Work Instruction).

“thx ya be, atas pelajaran-pelajaran yang selama ini babe kasih ke aku. “
mmm foto asli tidak akan ditampilkan, ntar aku kalah ngetop donk ma babe
ya ngga be??








koq ada poto saya tuh di atas?
haha..
saya lagi sibuk solo karir mbak. jadi f4 saya tinggalkan.
hehe
Babe hanya menunaikan KEWAJIBAN sebagai orang tua. Kewajiban itu sudah babe rinci dalam dua kelompok besar, yaitu Kewajiban Utama dan Kewajiban Tambahan.
Ketika kita mau merinci kewajiban, maka gunakan pena cinta kasih untuk menulis di atas kertas cinta kasih.
Ketika Retie menikah, babe sujud syukur kepada Tuhan karena babe merasa telah menunaikan semua kewajiban sebagai orang tua. Ternyata si pemilik cinta kasih membisikkan kata “kewajibanmu belum selesai”.
Berkali-kali babe bertanya : Hai pemilik cinta kasih, kewajiban cinta kasih apalagi yang harus aku tunaikan bagi anakku yang telah menikah?
Sepi ….. karena tidak ada jawaban, namun di hadapan babe terjadi perilaku seorang ayah kepada anaknya. Kejadian itu babe simpulkan dan babe tanyakan :
Apakah ini kewajiban orang tua terhadap anak yang telah menikah :
1. menjawab pertanyaan anak dan menantu;
2. mendoakan anak, menantu dan cucu;
3. memberikan teladan hidup berumah tangga yang harmonis.
Babe sangat bahagia karena si pemilik cinta kasih sangat cepat dalam memberikan jawaban dengan bisikan kata yang singkat : “YA”.
Salam cinta kasih babe.
babe yang luar biasa!!!!
dirimu beruntung banget jeng, punya babe yang hebat seperti beliau.
setiap orang emang punya rejekinya masing2 yaaa…
salam buat babe yaaa…
Rekan lesca terakhir menulis tentang : benezra 1st birthday
Berkunjung nih, maaf agak kepagian. blognya dan informasihnya bagus, jangan lupa berkunjung lagi ya.
Rekan syaiful terakhir menulis tentang : KRISIS MORAL GENERASI MUDA
mbak Retie.. aku suka banget tulisanmu ini..
orangtua tersayang..
skr aku hanya bisa mendoakan beliau..
ngebayangin gimana dekatnya dirimu dengan si babe
hal yang ngga sempat lama aku rasain, krn waktu esempe (aku bersekolah asrama) bokap dipanggil Yang Maha Kuasa..
Pengorbanan orangtua memang ngga ada habisnya buat anak-anak, sepanjang hayat..
semoga kita selalu menjadi anak2 yang pintar memuliakan orangtua yaa.. *terharu niyy* hehe..
Salam buat babe-nya mbak.. alias bapak titut.. hehe..
Duh, postingan ini mengingatkanku sama papa ku Ret.
Iya.. aku juga kompak sama beliau. Kalau ngobrol..suka ngaco dulu, baru serius.
Ih, jadi kangen *telpon bokap*
Rekan p u a k terakhir menulis tentang : Cinta tanpa pamrih
duh kok skr susah banget masuk ke blog ini ya?
apa thema nya yang bikin berat, apa aku yang di LN susah ya?
nanti aku baca lagi ya say…. soalnya nunggu up nya aja udah setengah jam sendiri hihihi
aku mau jemput riku dulu
EM
Rekan Ikkyu_san terakhir menulis tentang : Kebun Binatang Ueno
gw baru ngeh, jadi maksud lo mau pergi, pindah kesini?
Rekan orb “ORa Biasa” terakhir menulis tentang : trik dan tips burning cd or dvd
aduuuuh Retiiiiii, ngiri deh kamu bisa belajar langsung dari babe gitu.
Hubungan yang manis sekali …. apalagi isi sms babe bhw ada awan yang bisa menghias tapi juga bisa membuat gelap.
Aku juga banyak belajar dari bapakku, tapi tanpa dia sadari. Ya aku banyak mencontoh dia. termasuk juga “introvert”nya heheheh.
Kamu bisa buat biografi untuk bapakmu loh dengan menulis begini…
EM
Rekan Ikkyu_san terakhir menulis tentang : Sealed with a kiss
Wah …. blog baru Retie oks bangetss! Sejak kemarin-kemarin, tiap kali berkunjung kok ada pesan, blog nggak diaktifkan. Waduh, jadi bingung, mau ngunjungin Retie kemana ya? Hari ini coba buka lagi, wow …. Retie udah hadir lagi, cantiik sekali …
Beruntunglah Retie punya babe yang begitu perhatian dan sayang sama Retie, dan sempat menikmati banyak waktu bersama. Ayahku sudah berpulang ketika aku baru kelas 1 SD, dan sewaktu hidup beliau sangat sibuk, sehingga tidak punya cukup waktu untuk anak-anak.
Semoga babe selalu mendampingi dan melimpahi Retie dengan kasih yang tak bertepi …
Salam,
Rekan Tuti Nonka terakhir menulis tentang : Koes Plus, Legenda Musik Indonesia
saingan juga sama babe ya ret…
saya juga merasakan sprti yg kamu rasa
kebetulan saya juga sangat dekat dgn papa
dari kecil beliau yg penuh perhatian dan selalu manjai saya
seneng banget ya ret…..
seandainya waktu bisa diputar ulang
hmmm……
Rekan kejujurancinta terakhir menulis tentang : Curhat Sahabatku
mmmm…
jadi inget sama almarhum babe ku…
hu uh… kangennnn…
Rekan carra terakhir menulis tentang : My Mind is Blank [again]
He..he.. begitulah babe, dulu gw jg sering main-main catur sama babe, seru deh… tapi sekarang sudah nggak pernah lagi, kangen juga sih… Tapi repot juga bagi waktunya karena sekarang gw juga udah jadi seorang “babe” juga he..he.. Salam juga buat babe-nya yah mbak… kapan2 kalau sempat saya mampir kerumah utk main catur ama babe-nya boleh yah
Rekan ratdhian Sukmana terakhir menulis tentang : Online Store Pertamaku….
It’s a nice blog. Salam kenal ya mbak.
Aduh … susah banget ngebuka blog kau sayang …
Rekan Juliach terakhir menulis tentang : Harta karun di gudangku
Wow..keren sekali bisa nonton MG bersama trus sedih bersama…hehehe
Rekan Andre terakhir menulis tentang : It’s time to relax..take the quiz
babenya filsapat ya ?
Rekan ubadbmarko terakhir menulis tentang : RENUNGAN RYOKAN & L. ZOPA RINPOCHE
duh… terharu banget baca komen babe retie… bener2 ayah yang luar biasa…
salut saya buat babenya retie…
salah satu petuah ayah saya yg masih melekat sampai saat ini adalah: “lebih baik menjadi kepala tikus, daripada buntut macan”
bagi saya, di telapak kaki ayah juga ada sorga, sebagaimana ibu…
salam saya retie
Rekan vizon terakhir menulis tentang : filsafat merapi
duh aku mang deket ma babe aku.. palagi skrg dia dah pensiun..jadi sehari2 main sama aku dan anakku…yang aku bete sama babe, kalo nemenin nonton sinetron, mulutnya ga pnh berhenti mngkritik ini itu..yah, ga usah ditontonlah, atau babe nonton dikamar aja dech sndiri…pusyying…..
Rekan cutemom cantik terakhir menulis tentang : Mengapa Pria Suka Begitu..?
aQ jg plg dkt sm papaQ,…. tp sekali nya papa marah…aQ bisa nggak keluar2 dr kamar, saking takutnya, dan seganyya diriQ padanya.. hehe
Rekan SaRaH terakhir menulis tentang : CeRaI di FaceBoOk
jadi teringat sama babe
yang sudah lama pergiii…….
Rekan Mikekono terakhir menulis tentang : SBY Melesat, Mega Telat ?
waah segitu dekatnya ma babe, bener2 anak yang berbakti mbak
Rekan enggink terakhir menulis tentang : “Perang-perangan”
HHmmm …
Asik kali ya … kalo punya anak perempuan …
Hehehe
Rekan nh18 terakhir menulis tentang : BEL SEKOLAH
menyenangkan.sepertinya blue jadi ingin mengulang ritme kahangatan blue dengan orangtua blue sendiri….nice
salam hangat penuh persahabatan selalu
Rekan dobleh yang malang terakhir menulis tentang : Sahabat,sebuah buku dan…………….
Babe yang hebat, beruntunglah punya babe seperti beliau.
Rekan edratna terakhir menulis tentang : Malam Minggu yang cerah di Gwalk Surabaya
hiks, ret terharu niiy, inget papa yang dah pergi duluan. aku juga deket banget ma papa, kita juga seprofesi. jadi waktu kuliah dulu, papaku sering kasi masukan. salam hormat saya pada babe yaaa semoga sehat selalu, amin
Rekan ami terakhir menulis tentang : pesta buku
aq mau nanya knapa kamu kagak nyuruh babe kamu nikah lagi….???
kasian kan kagak ada yang urus,……
biar bagaimanapun dia manusia yang punya perasaan (maaf) punya nafsu juga…..iyakan…
Rekan iwan terakhir menulis tentang : Diare Rentan Terhadap Anak – Anak
Terima kasih atas salam dan doa sahabat serta anak-anakku tercinta yang sangat membahagiakan aku hari ini.
Kebahagiaan akan selalu hadir bila kita mau menikmati semuanya dengan pikiran positif dan cinta kasih.
Kebahagiaan akan selalu hadir bila kita mau memberi kepada siapapun.
Kebahagiaan akan selalu melarutkan semua zat yang menyakitkan hati kita.
Kebahagiaan esok akan hadir kembali bila hari ini kita mau bersyukur dan bersujud.
Kebahagiaan hari ini akan melapangkan jalan jika esok kita berpulang.
Salam bahagia babe untuk kebahagian semua.
Wah iiang diatas udah pada panjang lebar,, kalo gw singkat aja dee,, lam kenal n’ tetep smangad iiah…
Rekan fandi88 terakhir menulis tentang : Dunia Bocah..Kemana???
hi mbak….Bunda dari kemarin2 kok sulit ya masuk blog ini…Nah…sekarang Bunda lihat….Blog nya OK…
Tentang Babe,ayah,bapak….Ternyata…anak perempuan punya kesan sendiri terhadap bapaknya.. Halooo sahabat blogger…yang juga bapak….monggo jadi bapak yang bisa dikenang ( baiknya,,,,) oleh putra putrinya.
Rekan dyahsuminar terakhir menulis tentang : Semua adalah anak kami…
Aku terjebak dalam ingatan pada almarhum bapakku.
Bersyukurlah, Retie…
Rekan Daniel Mahendra terakhir menulis tentang : Penyanyi Malam
Salut Dach…..mudahan mbak selalu menjadi anak yg berbakti kepada orang tuannya…… mbak harus bangga kepada bapak mbak, yg begitu bijaksana..
Salam dari Ayah…” Semoga mbak mendapat rahmat dari Allah ”
Rekan Ayah terakhir menulis tentang : CINTA TAK SELAMANYA UNTUK BERSATU (part 3)
Ret, sungguh bersyukur, kamu memiliki Babe yang keren di dunia.
Sungguh manis.
Rekan Yoga terakhir menulis tentang : Ketika Pejalan Harus Menunggu
beruntung kamu, Retie. punya babe yang cool gitu.
ck, andai…
Rekan goenoeng terakhir menulis tentang : sepucuk jiwaku menghilang
Kau memang anak yg baik sobat
Lha aku malah suka ama puisimu itu
pernah tau rasanya di pukul babe,,,,,
kl saya pernah.,.,.,
jadi
jangan pernah mengecewakannya
Rekan aziz terakhir menulis tentang : Makna Sebuah Gelar
Waoo hebat sekali…
Mbak, putri yang sangat beruntung tidak seperti saya yang sudah ditelantarkan oleh ayah saya…
waks,,panjang bgt postingannya,,,komen dlu ah baca nya nnti..
Rekan nung terakhir menulis tentang : dijaman skrang receh cepek-an (seratus rupiah) bwt apa?
ahh enak bener ya bisa akrab sama babe.. kalo aku mau ketemu papaku mesti ngantri dulu kayak mau ketemu presiden…cape deh… two thumbs up untuk babemu sis!
Rekan -indie- terakhir menulis tentang : FaKe Life
hubungan ayah dan anak yang teramat manis. Saya sebagai anak lelaki merasakan hubungan yang begitu dekat tidak bisa membedakan deket mana dengan ayah atau dengan ibu
Rekan sunarno terakhir menulis tentang : Untukmu Ahli Sejarah
aq tunggu post baru kamu dengan abbe kamu….
salam ayh buat babe kamu…….
Rekan iwan terakhir menulis tentang : Diare Rentan Terhadap Anak – Anak
ah, senangnya kamu, retie. babe bisa menutupi kekuranganmu akan satu orang tua lagi, sehingga kamu bisa jadi retie seperti sekarang.
ayah yang hebat, anak yang dahsyat.
babe pasti bangga banget terhadap kamu.
Rekan marshmallow terakhir menulis tentang : First Dayer
kalo buat bunga bapaknya adalah tempat bermain dan tampat mencurahkan kekesalannya…hehehehe…khas yang sering dia katakan…awasss…awassss…awssss
Rekan Omiyan terakhir menulis tentang : 11 Ciuman Di Pagi hari
its so sweet ceritanya…… iyah bersyukur bgt bisa deket dan mempunyai hubungan menyenangkan dengan orang tua…
Rekan liswari terakhir menulis tentang : Grafik hidup ?
Wow. It’s a nice blog. Salam kenal ya…
like father, like daughter
nive post, i love your writing
Rekan INDAH REPHI terakhir menulis tentang : Hoshi : The Harmony of Life
Foto di atas itu jalan ke mana ya, warnanya koq biru.
Rekan Edi Psw terakhir menulis tentang : Dua Plugin WordPress di Blog Ini Bermasalah
Huhuhu serasa Mbak Retie saya, nggak tega waktu Babe ngucap gak papa kan ada abon [tersedu-sedu sayanya]
Saya jadi pengin balik ke Jawa cari kerja di sana biar bisa sering nemenin ortu dan ortu mertua
Kabarnya baik kan Mbak Retie ?
Salam hangat
Ben
http://benedikawidyatmoko.wordpress.com
Rekan Ben terakhir menulis tentang : My Valentine
salam perkenalan ya mbak
wah asyik banget blognya….
cakep kaya………nya
hehehehe
thanks
blue datang di bulan penuh cinta
salam hangat selalu
met valentine ya.
suwun yo mbak titut dolan nang gubugku
yo opo kabare mbak? isik sering moleh nang suroboyo tha? aku yo wong suroboyo, jetis. Pernah 3 tahun menetap di ngagelrejo hehehe
yo wis sukses yo
Hehe….
Inget Papi, Ret! More or less, kita itu emang sama, ya, Darl…
Kamu tahu pas kemarin aku ultah, Papi bilang apa?
“La, kamu ini bikin Papi semakin tua aja!”
hehehe… si bungsunya sudah hampir kepala tiga gitu!
Salam buat Babe…
Rekan Lala terakhir menulis tentang : We’re Growing Up, Aren’t We?