Archive for the Category »Boleh juga nich….. «

Feb
16

Buat yang lagi jatuh cinta, cinta itu rasanya manis banget kayak gula tapi bagi yang lagi patah hati cinta itu sangat menyakitkan… :(

Bagi yang lagi jatuh cinta, hati – hati ya jangan sampai kalian sakit karena cinta, buat yang lagi sakit karena cinta BANGKITLAH, BANGUNLAH dari rasa sakit itu….

Kisah ini bukan kisah hidupku, kisah ini fiksi tapi wajib untuk kita ketahui.


childrenBunga dan Doni tumbuh bersama di sebuah kota kecil, rumah mereka berdekatan. Dimana ada Bunga pasti ada Doni. Masa kecil yang begitu indah mereka lalui bersama, bermain bola, petak umpet, mencuri mangga milik tetangga dan kenakalan – kenalan anak kecil lainnya. Dari Taman Kanak – kanak sampai SMA pun mereka bersama. Mereka berbagi semua dan menghabiskan banyak waktu bersama dalam dan setelah sekolah.Tetapi hubungan mereka tidak berkembang namun hanyalah sebatas teman.

boyBunga menyimpan rahasia, kekagumannya dan cintanya kepada Doni. Dia memiliki alasan tersendiri untuk menyimpan hal itu sendiri. TAKUT! Takut akan penolakan, takut jika Doni tidak merasakan hal yang sama, takut kalau Doni tidak menerimanya sebagai temannya lagi, takut kehilangan seseorang yang dia merasa nyaman bersamanya. Setidaknya jika dia tetap menjaga perasaannya, dia mungkin masih bisa bersama Doni dan dengan harapan, bahwa Doni lah yang akan mengatakan bagaimana perasaannya kepada Bunga.

more…

Dec
19

Hari ini aku ga tau mau nulis apa…
Padahal kemarin – kemarin di saat aku agak sibuk banyak banget ide yang udah pada ngantri ehhh giliran udah buka blog dan mau nulis eehhh pada kabur…. :(

Tadi aku sempat buka email dan dapat email dari seorang kawan lama yang mengingatkan aku bahwa sebentar lagi tanggal 22 Desember adalah hari Ibu.

Dulu aku pernah punya semua rencana untuk alm. Ibu, kala itu aku berniat satu hari penuh ibu istirahat untuk tidak melakukan kegiatan rumah tangga. Sebagai gantinya biar kami putra – putrinya yang melakukan tapi sayang rencana itu tinggal rencana dan 1 bulan sebelum hari ibu, ibu benar – benar istirahat.

Oke hari ini aku ga mau sedih, aku cuma sedikit cerita saja.

Kembali ke email seorang kawan lama….
Bingung ga… koq muter – muter sich :)

Isi email kawan lama itu adalah
more…

Mar
21

KASIH IBU (Baru)


Delapan tahun lalu, ibu kandungku meninggal karena pembuluh darah di otak pecah. Pada saat itu usiaku baru 16 tahun. Aku anak pertama dari tiga bersaudara. Saat ibuku masih hidup, aku tumbuh jadi gadis yang tidak pernah turut campur pekerjaan rumah tangga. Yang aku tahu hanya makan, tidur dan sekolah.

Setahun setelah ibuku meninggal, pembantu rumah tangga yang sudah bertahun – tahun bekerja pada keluargaku harus pulang kampung. Semua kerumitan berawal sejak itu. Aku tidak pernah tahu bagaimana cara masak nasi, Yang aku tahu hanya masak mie instan dan goreng telur hanya untuk diriku sendiri. Urusan dapur harus kini harus jadi tanggung jawabku karena kedua adik masih kecil. Ayahku juga mulai membagi masalah keuangan rumah tangga karena dulu ibulah yang mengurusinya.

Ketika aku berusia 17 tahun, semua urusan rumah tangga harus aku pegang. Di saat teman – teman bersenang – senang pulang sekolah, aku harus segera pulang dan masak nasi untuk makan siang bersama kedua adikku.

Aku harus melalui masa – masa sulit seorang diri, menempuh ujian akhir SMA pun aku hadapi sendiri. Teman – temanku bisa bercerita kalau saat mereka berangkat ujian, mama mereka membuat roti bakar dan menemani mereka belajar. Sedangkan aku…?

Ternyata Tuhan sangat mencintaiku, Tuhan lindungi dan kuatkan aku. Aku lulus walaupun tidak masuk peringat. Itu pun sudah membuat ayahku bangga.

Enam tahun berlalu, ayahku masih tetap hidup seorang diri. Tapi bulan Mei dua tahun lalu, tiba – tiba ayah memperkenalkan seorang wanita yang usianya 20 tahun lebih muda dari ayahku dan pantas jadi kakakku. Ayah memutuskan untuk menikah lagi. Kami bertiga sempat protes dan tidak menerima kenyataan ini. Kami menghadiri acara pernikahan setengah hati dan menangis kecewa.

Satu minggu kemudian, ayah mengajak kami bertiga berlibur ke daerah Batu, Malang. Di sana ayah mencoba memberikan pengertian kepada kami bertiga, dan dari liburan tersebut muncul sebutan untuk istri ayah, “umi”. Umi tidak hanya sebagai ibu tapi juga kakak bagi kami bertiga. Beberapa bulan berlalu, ternyata kami mulai mencintai umi. Begitu juga dengan umi, apalagi saat adikku sakit demam berdarah. Siang-malam umi menjaga adikku sampai – sampai umi hampir sakit karena tidak bisa tidur. Akupun kembali merasakan kasih ibu yang sempat hilang bila setiap malam umi masuk ke kamarku dan membetulkan selimutku serta mencium keningku.

Aku kembali merasakan kenangan terindah dalam hidupku, saat tahun lalu kami sekeluarga mengadakan perjalanan liburan keliling Jawa – Bali. Dalam perjalanan itu, kami pun semakin mengenal kepribadian umi. Acara bakar ikan di pinggir pantai jadi acara paling seru.


Saat ini usiaku hampir 25 tahun, aku sudah mendapat banyak ilmu tentang rumah tangga dan sedang menanti hari bahagiaku di pelaminan. Walau cintaku pada ibu kandungku akan terus ada, ternyata aku bisa berbagi dan mendapat kasih dari ibu baruku…

Mar
21
Aku mengenal Andrei Aksana (uuuhh sok kenal dech ……. ) sekitar 3 tahun yang lalu. Awalnya sich cuma pinjam aja eh tenyata aku jatuh hati pada puisi – puisi nya selain itu doi cakep banget…..
So, setiap ke toko buku aku slalu cari novelnya Andrei Aksana. Tapi selalu aja aku belum nemu yang baru. Terakhir yang aku baca “Lelaki idaman”. Benernya ada lagi kayak Cinta 24 jam tapi aku ga begitu tertarik ma ceritanya.
7 Maret 2008 aku & vita ketemuan ma aunty Lala & Rere dari milis CC sby. Awalnya kita ga ada rencana mau ketemuan berhubung aku rada bete ya akhirnya jjs ke Supermall Pakuwon.
Karna pada tanggal itu, kebetulan ada pameran buku dan dapet diskon ya akhirnya kita keluar dari supermall dan meluncur ke pameran buku. Begitu masuk ke gedung yang memang dibangun untuk pameran tsb, aku langsung berburu novel Andrei Aksana bersama Aunty Lala yang ternyata juga jatuh hati ma puisi-puisi nya…….
Hore……… aku menemukan novel Andrei Aksana “Karena Aku Mencintaimu”
Setelah aku baca, oke juga koq. Kalo boleh aku acungin 2 jempol dech.
ggxj5913big.jpg
Amsterdam.London.

Singapore.

Jakarta.

…hanya cinta yang sanggup menyaksikan kekhilafan

“Tuhan tidak adil,” tangis Elena menyesali vonis dokter. “Mengapa aku tidak sempurna sebagai perempuan?”

“Tapi aku bahagia menikahimu, El,”jawab Jeryn tulus, “dengan atau tanpa anak….”

Sel telurnya lemah. Rahimnya bermasalah. Haruskah Elena menyerah pada nasib? Semua usahanya gagal. Inseminasi buatan. Bayi tabung. Hanya tersisa harapan terakhir…. Donor rahim.

Tetapi perempuan mana yang sudi memberikan rahimnya kepada lelaki bukan suami? Kecuali Fiora…perempuan nakal yang melakukannya demi rupiah….
“Apa perempuan seperti itu yang kamu pilih untuk melahirkan keturunan kita?” desah Jeryn kalut. “Mengapa kamu melakukan semuanya ini, El?”

“Jangan paksa aku menidurinya, El,” erang Jeryn ketakutan. “Aku tidak mungkin menitipkan benihku pada perempuan lain…. ”

Karena Aku Mencintaimu
Harga : Rp 50.000,-
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 304 halaman
Terbit : Juli 2006