Tag-Archive for » Ibuku tercinta «

Nov
15

Dear Ibuku tercinta….

Ibu, kau pasti lebih bahagia sana

Kau wanita hebat yang akan selalu ada di hatiku

Ibu….

Maafkan aku tak bisa memenuhi keinginanmu menjadi seorang manajer di sebuah perusahaan tapi kini punya usaha sendiri lho bersama suamiku tercinta….

Ibu….

Kini aku lebih bahagia memiliki suami yang baik, bertanggung jawab dan mencintai aku…

Ibu…

terima kasih atas cintamu padaku…

Ibu…

hari ini genap 10 tahun ibu pergi, ngga terasa yaa ternyata udah 10 tahun lho,bu.

Aku juga mau kasih lihat fotoku bersama suamiku… usia pernikahan kami baru 1 tahun lebih 3 bulan,bu.

candlelightdinner3

Ini adalah foto saat aku dan suamiku jalan – jalan ke bali bu…

mmmmm…ibu pasti bertanya – tanya, apa aku sudah hamil atau belum…. :) ya aku belum hamil,bu… ibu bantuin doa yaa biar aku cepat hamil.

Udahan dulu yaa bu, aku mau mandi dulu nich…

with love,

Reti (kamarku, 15 nov 2009 pukul 17.30)

Nov
17

Kembali aku posting ceritaku yang pernah dimuat di majalah CITA CINTA tahun 2007. Dengan tujuan aku ingin mengenang alm Ibu sekaligus aku ingin bersyukur karena telah memiliki ibu baru yaitu Umi.

KASIH IBU (Baru)


Delapan tahun lalu, ibu kandungku meninggal karena pembuluh darah di otak pecah. Pada saat itu usiaku baru 16 tahun. Aku anak pertama dari tiga bersaudara. Saat ibuku masih hidup, aku tumbuh jadi gadis yang tidak pernah turut campur pekerjaan rumah tangga. Yang aku tahu hanya makan, tidur dan sekolah.

more…

Nov
16

15 November sembilan tahun yang lalu, sebuah peristiwa yang sampai saat ini masih begitu melekat di benakku. Saat itu usiaku belum genap 17 tahun…

Aku baru pulang sekolah jam 15.30 WIB, sesampainya di rumah aku berpesan ke ibu untuk dibangunkan jam 18.30 wib karena aku mau les… Ibu hanya menjawab “ya”

Sama sekali aku tak menghiraukan jawaban ibu yang begitu singkat. Aku langsung masuk kamar dan tidur.

Tepat jam 18.30 wib, adik titut (Ratri) membangunkan ku. “Mbak, bangun. Ibu sakit. Ibu pingsan lagi,mbak” more…

Nov
08

Dulu aku punya impian menjadi wanita karier yang sukses sekaligus menjadi ibu rumah tangga yang sukses juga :-?

Ya itu dulu, keinginanku. Tapi sekarang aku ibu rumah tangga yang berbisnis online :) . Aku bahagia dengan status baruku ini.  Tapi jadi ga ada lagi impian ku seperti pergi ke kantor bareng suami, aku mengenakan high heels dengan pakaian yang feminim tapi agak tomboy gitu.

Coba aku buka lagi album kenanganku sewaktu ibu masih ada :( . Ibuku adalah apoteker di sebuah puskesmas. Ya yang jelas ku ingat, seragam PNS di dinas Kesehatan warna putih di paduin dengan blaser warna hijau muda, kuning muda, coklat muda (karena ibuku wanita yang begitu lembut jadi warna favoritnya serba yang muda – muda tapi tidak mengemari daun muda lho ya :) uppstt ) dan ga ketinggalan sepatu dengan hak 5 cm dan yang empuk serta ringan. more…

Mar
21

KASIH IBU (Baru)


Delapan tahun lalu, ibu kandungku meninggal karena pembuluh darah di otak pecah. Pada saat itu usiaku baru 16 tahun. Aku anak pertama dari tiga bersaudara. Saat ibuku masih hidup, aku tumbuh jadi gadis yang tidak pernah turut campur pekerjaan rumah tangga. Yang aku tahu hanya makan, tidur dan sekolah.

Setahun setelah ibuku meninggal, pembantu rumah tangga yang sudah bertahun – tahun bekerja pada keluargaku harus pulang kampung. Semua kerumitan berawal sejak itu. Aku tidak pernah tahu bagaimana cara masak nasi, Yang aku tahu hanya masak mie instan dan goreng telur hanya untuk diriku sendiri. Urusan dapur harus kini harus jadi tanggung jawabku karena kedua adik masih kecil. Ayahku juga mulai membagi masalah keuangan rumah tangga karena dulu ibulah yang mengurusinya.

Ketika aku berusia 17 tahun, semua urusan rumah tangga harus aku pegang. Di saat teman – teman bersenang – senang pulang sekolah, aku harus segera pulang dan masak nasi untuk makan siang bersama kedua adikku.

Aku harus melalui masa – masa sulit seorang diri, menempuh ujian akhir SMA pun aku hadapi sendiri. Teman – temanku bisa bercerita kalau saat mereka berangkat ujian, mama mereka membuat roti bakar dan menemani mereka belajar. Sedangkan aku…?

Ternyata Tuhan sangat mencintaiku, Tuhan lindungi dan kuatkan aku. Aku lulus walaupun tidak masuk peringat. Itu pun sudah membuat ayahku bangga.

Enam tahun berlalu, ayahku masih tetap hidup seorang diri. Tapi bulan Mei dua tahun lalu, tiba – tiba ayah memperkenalkan seorang wanita yang usianya 20 tahun lebih muda dari ayahku dan pantas jadi kakakku. Ayah memutuskan untuk menikah lagi. Kami bertiga sempat protes dan tidak menerima kenyataan ini. Kami menghadiri acara pernikahan setengah hati dan menangis kecewa.

Satu minggu kemudian, ayah mengajak kami bertiga berlibur ke daerah Batu, Malang. Di sana ayah mencoba memberikan pengertian kepada kami bertiga, dan dari liburan tersebut muncul sebutan untuk istri ayah, “umi”. Umi tidak hanya sebagai ibu tapi juga kakak bagi kami bertiga. Beberapa bulan berlalu, ternyata kami mulai mencintai umi. Begitu juga dengan umi, apalagi saat adikku sakit demam berdarah. Siang-malam umi menjaga adikku sampai – sampai umi hampir sakit karena tidak bisa tidur. Akupun kembali merasakan kasih ibu yang sempat hilang bila setiap malam umi masuk ke kamarku dan membetulkan selimutku serta mencium keningku.

Aku kembali merasakan kenangan terindah dalam hidupku, saat tahun lalu kami sekeluarga mengadakan perjalanan liburan keliling Jawa – Bali. Dalam perjalanan itu, kami pun semakin mengenal kepribadian umi. Acara bakar ikan di pinggir pantai jadi acara paling seru.


Saat ini usiaku hampir 25 tahun, aku sudah mendapat banyak ilmu tentang rumah tangga dan sedang menanti hari bahagiaku di pelaminan. Walau cintaku pada ibu kandungku akan terus ada, ternyata aku bisa berbagi dan mendapat kasih dari ibu baruku…