Dengan persiapan yang begitu matang, pernikahanku dilaksanakan tgl 17 Agustus 2008. Acara dimulai sejak pasang tenda tgl 15 Agustus 2008 jam 15.00 disusul jam 19.00 nya acara doa, kalo orang jawa bilang wilujengan.
Wilujengan : acaranya doa mohon kesuksesan untuk acaraku & doa untuk Ibuku yang dah meninggal juga para leluhurku. Setelah acara wilujengan, dilanjut dengan rapat para panitia. Pembagian tugas & perkenalan para panitia di temanin segelas bandrek (minuman hangat oleh-oleh dari Bogor).
Tanggal 16 Agustus 2008, kesibukan terlihat sejak pagi hari. Kakaknya bapak titut, pakde Wied rajin banget bersih-bersih, siramin tanaman umi. Bapak titut dengan celana pendek kesayangannya coba - coba pasang soundsystem trus nyobain dengerin satu per satu cd dari koleksinya. Begitu sadar itu acara anaknya,bapak titut coba mencari lagu masa kini. Cari - cari akhirnya dapat lagunya NAFF “Akhirnya ku menemukanmu” & WALI “Dik”
Jam 14.00 aku mulai meluncur ke rumah periasnya, kebetulan periasnya tetanggaku. Karena di rumahku terlalu banyak orang dan ribet banget, aku ngungsi di rumah Ibu Dwi,periasku. Sambil dirias aku coba pejamkan mata. Uh lumayan bisa tidur. Oh udah jam 17.00, ga krasa dech. Riasanku hampir selesai. Bu Dwi ngrias wajahku detail banget. Sanggul juga selesai dan santai dulu ah….
Jam 18.00 aku mulai pakai kebaya hijau dan menunggu mobil jemputan. Jam 18.50 tamu - tamu mulai berdatangan, jam 19.00 tepat aku mulai duduk di teras. Udah disiapkan oleh pakde Wied sedemikian rupa sehingga calon suamiku ga bisa liat aku tapi aku masih bisa lihat para tamu & calon suamiku.

Dekorasi pintu rumahku 16 aug
Uh udah hampir jam 19.30, rombongan calon suamiku belum juga datang. Sampai akhirnya jam 19.45 rombongan datang. Acaranya menyerahan peningset mulai dari pakaian dalam,pakaian casual,tas,sepatu,kosmetik & buah2an. Dan waktu pulang, giliran pihakku memberikan seperangkat pakaian lengkap yang besok musti dipakai. Ya jas untuk di gereja & jas untuk resepsi.

Di kamarku
Tanggal 17 agustus 2008, hari yang kunanti uuh akhirnya hari itu datang juga……
Ya aku mulai berdandan sejak jam 10 karena untuk ke gereja dimulai jam 14.00. Selesai dandan jam 13.00 aku siap - siap, ada satu ritual yang musti aku jalankan, ini pesan dari kakek angkatku. Dimana aku harus melangkahin tebu item yang dibentuk seperti tangga (kata org jawa artinya antep ing kalbu, bahwa keputusan menikah ini sudah menjadi keputusanku & aku harus jalanin ini dengan sungguh2 dari hati).
Jam 13.35 aku berangkat dari rumah,tidak ada mobil pengantin….. Ya memang aku tidak pakai mobil pengantin. Aku berangkat naik avansa, yang nyetir bapak disebelahnya ada umi, dibagian tengah aku dengan bu Dwi, di bagian belakang adikku yang paling kecil (adik titut), adik angkatku Jovita & calon adik iparku Silvy.

Saat disambut oleh Romo
Acara dimulai jam 14.00 (tepat waktu….) dan acara yang diperkirakan selesai jam 16.30 ternyata lebih cepat 30 menit. Aku langsung menuju ke samping gereja (tempat resepsiku) ya tempat resepsinya ada di samping gereja persis. Sampai disana, bu Dwi mengganti dandananku dan aku sempatkan untuk tidur sebentar.
Jam 18.30 tamu - tamu mulai berdatangan (menurut laporan adikku,Radix), dan jam19.00 tempat acara udah padat dengan para tamu undangan.

Suasana penerimaan tamu
Konsep acaraku memang lain, tidak memakai adat jawa seperti udah diperkirakan para tamu undangan yang mana bapak tuch dah terkenal dengan adat jawa tengahnya. Begitu masuk ke tempat acara aja yg tergambar acaranya gede - gedean (itu menurut orang - orang)…..

Bersama ortu
Penataan tempat acara yang serba simpel & minimalis, ya itu juga berkat kerja Om Djoko beserta kru nya.
Ya intinya acraku pada hari itu berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang kita rencanakan & kita susun di buku acara.
Mmmmm mungkin ceritaku ini terlalu panjang ya???
Komentar terakhir